Finansial

KAI Logistik Catat Kenaikan Volume Angkutan KA Kontainer 44 Persen Jelang Ramadan 2026

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan pertumbuhan volume angkutan KA Kontainer sebesar 44 persen pada awal tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan membukukan total angkutan sebanyak 222.000 ton, meningkat signifikan dari capaian tahun 2025 yang sebesar 154.000 ton.

Faktor Pendorong Kenaikan Volume Angkutan

Kenaikan volume ini terjadi di tengah meningkatnya arus distribusi menjelang momentum strategis keagamaan pada kuartal pertama tahun ini. VP of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, menjelaskan bahwa lonjakan produksi di berbagai sektor industri menjadi pemicu utama pertumbuhan tersebut.

“Peningkatan volume ini salah satunya didorong oleh arus distribusi mendekati momentum strategis keagamaan yang memengaruhi peningkatan produksi di berbagai sektor industri. Peningkatan diprediksi masih akan terjadi hingga Maret 2026,” ujar Dwi dalam keterangannya pada Kamis (19/2/2026).

Fokus pada Keberlanjutan dan Transisi Kebijakan ODOL

KAI Logistik menilai isu keberlanjutan semakin mendorong pelaku usaha memilih moda transportasi dengan emisi rendah. Saat ini, pelanggan dapat memantau jumlah emisi yang dihasilkan dari pengiriman melalui informasi yang dicantumkan dalam setiap invoice. Langkah ini diambil untuk mendukung transparansi emisi di sektor industri.

Selain aspek lingkungan, layanan KA Kontainer dipersiapkan sebagai alternatif moda transportasi dalam menghadapi transisi kebijakan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang direncanakan berlaku pada 2027. Dwi menyebut moda kereta api menawarkan kapasitas angkut besar, waktu tempuh cepat, dan jadwal yang teratur untuk efisiensi rantai pasok.

Fasilitas Komoditas Perishable dan Sertifikasi Halal

Layanan KA Kontainer kini mendukung pengiriman berbagai jenis peti kemas, mulai dari ukuran 20 kaki, 40 kaki, hingga reefer container untuk komoditas yang mudah rusak atau perishable. Untuk menjaga kualitas, tersedia fasilitas plug-in energi listrik guna memastikan suhu tetap terjaga selama transit di terminal.

Guna memberikan nilai tambah bagi industri makanan, farmasi, dan kosmetik, KAI Logistik juga telah mengantongi sertifikasi halal untuk sejumlah terminal barang, di antaranya:

  • Terminal Sungai Lagoa, Jakarta
  • Terminal Klari, Karawang
  • Terminal Ronggowarsito, Semarang
  • Terminal Kalimas, Surabaya

Informasi lengkap mengenai kinerja dan layanan ini disampaikan melalui pernyataan resmi KAI Logistik yang dirilis pada 19 Februari 2026.