Olahraga

Karel Mainaky Tetapkan 3 Ganda Putri untuk Proyeksi Olimpiade 2028

Kepala pelatih ganda putri Indonesia Karel Mainaky menetapkan tiga pasangan sebagai proyeksi utama menuju Olimpiade 2028. Tiga pasangan itu ialah Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

Keputusan itu disampaikan Karel setelah melihat progres para pemain, termasuk penampilan mereka di Indonesia Open pekan lalu. Rachel/Febi melaju hingga semifinal, sedangkan Fadia/Tiwi dan Ana/Trias mencapai perempatfinal.

“Iya tentu begitu ya (semakin yakin),” kata Karel saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung.

“Memang dari sebelumnya saya lihat performa, progres, saya sudah tentukan.”

Tiga pasangan prioritas menuju Olimpiade 2028

Karel mengatakan keputusan itu sebenarnya sudah ia sampaikan kepada para pemain sebelum Indonesia Open berlangsung. Menurut dia, hasil positif di turnamen tersebut semakin menguatkan arah pembinaan yang sudah ditetapkan.

“Saya sudah bilang ke mereka, ini saya mau keadaan apa pun saya tak akan ubah lagi, pas kedapatan di Indonesia Open (mereka) bagus. Sudah saya bilang, tiga pasang ini, saya pribadi target ke Olimpiade,” ujarnya.

Apri/Lanny belum masuk proyeksi utama

Di luar tiga pasangan tersebut, PBSI masih memiliki Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari. Namun, untuk saat ini Apri/Lanny belum masuk dalam proyeksi utama menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Karel menyebut keputusan mengenai pasangan itu masih akan dibahas lebih lanjut bersama pelatih ganda putri lainnya, Nitya Krishinda Maheswari. Ia menegaskan belum ingin mengambil keputusan secara sepihak.

“Sementara saya masih sambil diskusi dengan Coach Nitya yang terbaik bagaimana. Karena memang terakhir-terakhir ini saya berangkat (mendampingi) tiga pasang ini terus. Jadi saya harus diskusi dan tak bisa ambil keputusan begitu saja,” katanya.

Karel minta Lanny fokus membenahi diri

Karel juga menyoroti situasi yang dihadapi Lanny Tria Mayasari. Ia memahami peluang menuju Olimpiade saat ini tidak berada di jalur yang sama dengan beberapa rekan lainnya, tetapi ia meminta Lanny tetap menjaga motivasi.

“Saya cuma berusaha untuk bilang ke dia, fokus untuk perkembangan diri dia sendiri, individu dulu. Kan masih banyak kekurangan dia kayak kemarin yang menurut saya belum berubah,” ujar Karel.

“Saya bilang, kamu harus lewati itu dulu, baru kita bisa ke tahap berikutnya, kayak nonteknis cuma tak bisa saya katakan.”

Menurut Karel, Lanny cukup dewasa dalam merespons kondisi tersebut. Meski begitu, ia menilai pertanyaan dari pemain merupakan hal yang wajar dalam situasi seperti ini.

“Menerima tapi kadang-kadang namanya manusia, pasti ada bertanya juga ya, kok… pasti ada, kita tak bisa pungkiri. Cuma sampai saat ini dia berusaha menerima (keputusan),” katanya.

Konsistensi jadi pekerjaan rumah

Walau sudah menetapkan tiga pasangan prioritas, Karel menegaskan pekerjaan rumah anak asuhnya masih banyak. Ia menilai hasil baik di satu atau dua turnamen belum cukup untuk menjadi tolok ukur menuju Olimpiade.

“Sebenarnya kalau bicara cukup teknis dan nonteknis di poin-poin penting sudah termasuk konsisten, tapi bagi saya masih butuh banyak lah. Ya otomatis kita butuh konsistennya,” tegas Karel.

“Karena menuju Olimpiade bukan berarti menjadi sekali juara itu cukup.”

Dengan proyeksi ini, fokus pembinaan ganda putri Indonesia untuk Olimpiade 2028 sementara diarahkan kepada Rachel/Febi, Fadia/Tiwi, dan Febriana/Meilysa. Sementara itu, evaluasi untuk pasangan lain, termasuk Apri/Lanny, masih dibahas di internal tim pelatih PBSI.