Finansial

Kepala BGN Dadan Hindayana Ungkap Dampak Program Makan Bergizi Gratis Terhadap Pertumbuhan PDB

Advertisement

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi motor penggerak baru bagi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan nasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa inisiatif ini secara langsung mendorong komponen utama Produk Domestik Bruto (PDB) melalui peningkatan konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah.

Kontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Dadan menjelaskan bahwa skema perhitungan PDB menjadi lebih dinamis dengan adanya program ini. Menurutnya, tiga faktor utama dalam rumus ekonomi nasional terstimulasi secara bersamaan oleh aktivitas pemenuhan gizi masyarakat.

“Kalau diperhitungkan dengan rumus PDB, itu sederhana sekali, consumption ditambah investment, ditambah government spending, kemudian ditambah ekspor dikurangi impor. Tiga faktor pertama itu didorong oleh program Makan Bergizi Gratis,” ujar Dadan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Detail Kebutuhan Bahan Pangan per Satuan Pelayanan

Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memerlukan pasokan bahan pangan dalam skala besar untuk memenuhi standar menu harian. Dadan memberikan gambaran teknis mengenai kebutuhan komoditas pisang yang berdampak pada perluasan lahan perkebunan.

  • Satu kali penyajian pisang membutuhkan sekitar 3.000 buah atau setara 15 pohon.
  • Kebutuhan tahunan satu SPPG mencapai 1.440 pohon dengan asumsi penyajian dua kali seminggu.
  • Satu SPPG setara dengan pemanfaatan satu setengah hektare kebun pisang.

Sektor perikanan dan peternakan juga merasakan dampak serupa. Untuk menu lele, satu kali penyajian memerlukan 3.000 ekor ikan yang dihasilkan dari dua kolam bioflok. Jika disajikan empat kali dalam sebulan, maka dibutuhkan total 32 kolam untuk satu SPPG.

Sementara itu, kebutuhan telur mencapai 3.000 butir per SPPG. Dengan tingkat produktivitas ayam petelur sebesar 0,8 butir per hari, diperlukan populasi sekitar 4.000 ekor ayam atau setara empat kandang. Hal ini juga memicu permintaan jagung sebagai bahan baku pakan ternak.

Advertisement

Peningkatan Nilai Tukar Petani

Program MBG diyakini menjadi faktor kunci di balik meningkatnya kesejahteraan produsen pangan di tingkat hulu. Dadan menyoroti angka Nilai Tukar Petani (NTP) yang saat ini menunjukkan tren positif di level 125.

“Nilai Tukar Petani sudah naik menjadi 125 dan saya yakin itu dikontribusikan oleh program Makan Bergizi Gratis. Ternyata program ini tidak hanya menyasar produk pertanian sebagai bahan baku, tapi juga berdampak terhadap sektor ekonomi lainnya,” tegas Dadan.

Informasi lengkap mengenai dampak ekonomi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kepala Badan Gizi Nasional dalam forum ekonomi yang berlangsung pada 13 Februari 2026.

Advertisement