Finansial

Kereta Petani dan Pedagang Layani 11.428 Pengguna, Stasiun Cikeusal Jadi Titik Distribusi Utama

Advertisement

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 11.428 pelanggan telah memanfaatkan layanan Kereta Petani dan Pedagang di lintas Commuter Line Merak sejak 1 Desember 2025 hingga 17 Februari 2026. Layanan ini menjadi penopang utama mobilitas pelaku usaha kecil di wilayah ujung barat Pulau Jawa, khususnya untuk distribusi hasil bumi dan produk lokal.

Distribusi Komoditas di Stasiun Cikeusal

Stasiun Cikeusal tercatat sebagai titik dengan pergerakan penumpang tertinggi, yakni 3.730 penumpang naik dan 3.511 penumpang turun. Data ini menunjukkan peran strategis stasiun tersebut sebagai pusat distribusi komoditas lokal menuju Serang, Cilegon, dan Merak. Barang yang diangkut meliputi hasil pertanian, olahan makanan, hingga produk kerajinan.

Spesifikasi dan Fasilitas Sarana

Kereta ini merupakan hasil modifikasi teknisi Balai Yasa Surabaya Gubeng untuk mengakomodasi kebutuhan volume barang dagangan tertentu. Rangkaian kereta menyediakan 73 tempat duduk yang dilengkapi dengan area bagasi khusus bagi para pengguna.

Setiap penumpang diperbolehkan membawa maksimal dua koli barang dengan dimensi 100 cm x 40 cm x 30 cm. Aturan ini diterapkan guna menjaga kenyamanan serta keteraturan selama perjalanan di dalam gerbong.

Jadwal Operasional dan Tarif PSO

Layanan ini mencakup 14 perjalanan setiap hari yang melayani 11 stasiun di lintas Merak-Rangkasbitung. Jadwal tersebut terdiri dari tujuh perjalanan rute Merak–Rangkasbitung dan tujuh perjalanan rute sebaliknya.

Advertisement

Program ini merupakan kolaborasi KAI Group dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui skema Public Service Obligation (PSO). Tarif yang ditetapkan adalah Rp 3.000, setara dengan tarif KRL umum, agar tetap terjangkau bagi petani dan pedagang kecil.

Pernyataan Resmi KAI

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa inovasi ini menunjukkan kesiapan fasilitas perawatan sarana dalam menghadirkan layanan sesuai kebutuhan masyarakat. Pihaknya akan terus memantau perkembangan operasional berdasarkan data di lapangan.

“KAI akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi operasional berdasarkan data perjalanan dan respons pelanggan guna menjaga kualitas layanan di lintas Merak,” ujar Anne dalam keterangan tertulisnya.

Informasi mengenai operasional Kereta Petani dan Pedagang ini merujuk pada data resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement