Sepak Bola

Komite Wasit PSSI Jelaskan Gol Dewa United U-20 yang Diprotes Offside di Laga EPA

Komite Wasit PSSI menjelaskan dugaan gol offside yang memicu kericuhan dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Menurut penjelasan komite, gol kedua Dewa United yang menjadi penentu kemenangan 2-1 tersebut dinyatakan sah.

Penjelasan Komite Wasit soal momen gol

Gol kedua Dewa United dicetak Abu Thalib lewat situasi umpan terobosan ketika garis pertahanan Bhayangkara naik tinggi. Dalam momen itu, pemain Dewa United yang berada di depan memang disebut berada dalam posisi offside, tetapi bola kemudian diambil pemain lain yang datang dari belakang dalam posisi onside.

“Berdiri dalam posisi offside bukan suatu offence, apalagi dia juga tidak melakukan intervensi kepada pemain belakang atau kiper. Bola diambil oleh pemain lain,” kata Kepala Departemen Wasit PSSI Pratap Singh saat menyampaikan materi Referee Workshop for Media di Sekretariat PSSI Pers, GBK Arena, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

“Kenyataannya pada situasi ini, pemain yang dinilai offside ini mengejar bola sendiri dan tidak ada pemain bertahan Bhayangkara FC (U-20) yang mendekat, sebelum bola diambil alih oleh rekannya untuk mencetak gol,” ujar Ketua Komite Wasit Yoshimi Ogawa.

Protes pemain Bhayangkara dan keputusan wasit

Pemain Bhayangkara U-20 melancarkan protes keras karena menilai gol tersebut offside. Namun, wasit tetap pada keputusannya untuk mengesahkan gol Dewa United, yang membuat tim itu unggul 2-1 hingga pertandingan berakhir.

Kronologi kericuhan usai gol

Sebelumnya, Manajer Bhayangkara U-20 Yongky Pamungkas menyebut timnya pada akhirnya menerima keputusan wasit. Menurut dia, saat laga hendak dilanjutkan untuk kickoff, pemain Dewa United justru melakukan provokasi.

Yongky mengklaim salah seorang pemain Dewa United memukul pemain Bhayangkara sebelum berlari ke bench. Insiden itu disebut menjadi pemicu kericuhan lanjutan di lapangan.

Dalam situasi tersebut, pemain Bhayangkara yang emosi disebut melakukan pengejaran ke area bench. Kericuhan kemudian berujung pada aksi tendangan kungfu yang dilakukan Fadly Alberto.

Kasus berakhir damai, sanksi disiplin tetap menanti

Kasus ini disebut telah berakhir damai setelah Bhayangkara menyambangi markas Dewa United pada Rabu (22/4/2026). Meski demikian, sanksi dari Komite Disiplin PSSI tetap akan membayangi para pelaku kericuhan dalam pertandingan tersebut.

Informasi mengenai penjelasan gol dan rangkaian insiden ini disampaikan melalui pernyataan resmi pejabat Komite Wasit PSSI dalam agenda Referee Workshop for Media pada Kamis (23/4/2026), serta merujuk pada keterangan pihak Bhayangkara U-20 terkait kericuhan laga EPA U-20.