Sepak Bola

Konflik Iran Soroti Partisipasi Piala Dunia 2026, FIFA Terangkan Regulasi Penggantian Tim

Advertisement

Partisipasi Iran dalam Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko kini berada dalam tanda tanya besar. Konflik bersenjata yang berkecamuk di negara tersebut memicu kekhawatiran akan kehadiran Team Melli di ajang sepak bola terbesar dunia.

Situasi Konflik dan Pernyataan Federasi Iran

Iran tengah dilanda konflik setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Kejadian ini mendorong Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk Dubai, Doha, Bahrain, dan Kuwait.

Merespons situasi tersebut, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan keraguan besar. “Dengan apa yang terjadi hari ini, serangan oleh Amerika Serikat itu, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia,” ujarnya, seperti dilansir dari Marca.

Jadwal dan Respons Penyelenggara Piala Dunia 2026

Dalam undian Piala Dunia 2026 yang telah digelar di Washington DC, Amerika Serikat, pada Desember 2025, Iran tergabung di Grup D bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Team Melli dijadwalkan bertanding melawan Selandia Baru pada 15 Juni 2026 dan Belgia pada 21 Juni 2026, keduanya di Los Angeles, Amerika Serikat.

Laga penutup Grup D akan mempertemukan Iran dengan Mesir di Seattle pada 26 Juni 2026. Media lokal Seattle Times melaporkan bahwa panitia penyelenggara di Seattle menyatakan tengah “memantau” perkembangan situasi yang menimpa Iran.

Tanggapan Resmi FIFA dan Mekanisme Penggantian Tim

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, memberikan tanggapan awal terkait isu ini saat Rapat Umum Tahunan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) di Cardiff, Wales, pada Sabtu, 28 Februari 2026. “Saya membaca berita [tentang Iran] pagi ini dengan cara yang sama seperti Anda,” ujar Grafstrom, seperti dilansir ESPN.

Advertisement

Grafstrom menambahkan, “Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk memberikan komentar secara rinci, tetapi kami akan memantau perkembangan semua isu di seluruh dunia.” Ia menegaskan fokus FIFA adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi seluruh tim, serta akan terus berkomunikasi dengan tiga pemerintah negara tuan rumah.

Apabila Iran, yang telah lolos ke empat edisi Piala Dunia terakhir secara berurutan, memutuskan untuk batal tampil, FIFA memiliki regulasi yang mengatur perubahan partisipan. Regulasi Piala Dunia 2022, pada bagian General Provisions poin keenam yang membahas “replacement“, menyebutkan bahwa Panitia Penyelenggara “berhak memutuskan sepenuhnya berdasarkan kebijakannya sendiri dan mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu”.

Jika pengunduran diri terjadi sebelum undian utama turnamen, FIFA cenderung menunjuk tim pengganti untuk menjaga keseimbangan grup. Kandidat pengganti kemungkinan adalah tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos via kualifikasi zona Asia, seperti Irak atau Uni Emirat Arab.

Namun, apabila pengunduran diri terjadi secara tiba-tiba saat turnamen sudah berlangsung, slot Iran kemungkinan akan dibiarkan kosong. Lawan-lawannya akan dinyatakan menang melalui walkover.

Informasi lengkap mengenai mekanisme regulasi FIFA terkait penggantian tim disampaikan melalui ketentuan resmi Piala Dunia yang berlaku.

Advertisement