Juventus masih berkutat dalam periode sulit setelah menelan kekalahan memalukan dari Como di kandang sendiri pada Sabtu (21/2/2026) malam WIB. Hasil ini memperpanjang catatan Si Nyonya Tua menjadi lima pertandingan tanpa kemenangan di seluruh kompetisi.
Dalam rentang waktu tersebut, Juventus mencatatkan empat kekalahan dan hanya satu hasil imbang. Performa tim asuhan Luciano Spalletti ini terus menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak.
Rentetan Hasil Buruk Juventus
Kekalahan terbaru dari Como dengan skor 0-2 di Serie A menambah daftar panjang hasil minor Juventus. Sebelumnya, Bianconeri juga takluk dari Atalanta di Coppa Italia dan Inter Milan di Serie A.
Di kancah Eropa, Juventus dihajar Galatasaray dalam laga Liga Champions. Satu-satunya poin yang berhasil diraih adalah saat bermain imbang 2-2 melawan Lazio.
| Tanggal | Laga | Hasil | Kompetisi |
|---|---|---|---|
| 21 Februari | Juventus 0-2 Como | Kalah | Serie A |
| 18 Februari | Galatasaray 5-2 Juventus | Kalah | Liga Champions (Play-off) |
| 15 Februari | Inter 3-2 Juventus | Kalah | Serie A |
| 9 Februari | Juventus 2-2 Lazio | Seri | Serie A |
| 6 Februari | Atalanta 3-0 Juventus | Kalah | Coppa Italia |
Statistik Performa yang Mengkhawatirkan
Periode lima pertandingan terakhir ini menunjukkan penurunan performa yang signifikan bagi Juventus. Tim rata-rata kebobolan tiga gol per pertandingan, dengan total 15 gol bersarang di gawang mereka.
Produktivitas serangan juga jeblok, di mana Juventus hanya mampu mencetak enam gol dalam lima laga tersebut. Catatan ini mencakup nol kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.
Reaksi Pemain dan Mantan Bintang
Gelandang Juventus, Khephren Thuram, mengakui bahwa performa timnya belum memuaskan. Ia menyampaikan hal tersebut usai kekalahan dari Como.
“Saya tidak bisa menjelaskannya, tetapi kami harus tampil lebih baik sebagai sebuah tim. Hari ini kami tidak bermain dengan baik melawan Como, tim yang bermain sangat bagus dan menang hari ini,” ujar Thuram seperti dikutip dari Tuttojuve.
Kritik serupa juga datang dari mantan pemain Juventus, Michele Padovano. Ia mempertanyakan inkonsistensi performa tim yang sempat menunjukkan perbaikan.
“Sepertinya (Luciano) Spalletti sudah memperbaiki keadaan, dan hingga laga melawan Inter saya harus mengatakan dia memang memperbaikinya. Tapi yang ingin saya pahami adalah mengapa tidak ada konsistensi performa seperti saat melawan Inter dan laga-laga sebelumnya,” kata Padovano seperti dikutip dari JuveFC.
Padovano menambahkan bahwa Como bermain sangat baik dan pantas menang, sementara Juventus tidak lagi menciptakan peluang seperti sebelumnya.
“Secara objektif, Como bermain sangat baik dan pantas menang. Juventus hanya punya satu peluang lewat Openda di awal laga dan tidak lebih dari itu. Mereka bahkan tidak lagi menciptakan peluang seperti sebelumnya. Saya harus mengatakan, ya, kami terus melangkah mundur, bukan maju,” lanjutnya.
Informasi mengenai performa terkini Juventus ini disampaikan melalui berbagai laporan media olahraga dan pernyataan resmi dari pihak klub serta mantan pemain.
