Finansial

Laba Bersih Bank Danamon 2025 Tembus Rp 4 Triliun, Tumbuh 14 Persen Berkat Efisiensi Biaya

Advertisement

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 4 triliun sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 14 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya (year on year/YoY).

Chief Financial Officer Danamon, Theresia Adriana, menjelaskan bahwa kinerja positif ini didorong oleh peningkatan pendapatan operasional serta pengelolaan biaya yang lebih efisien. Laba operasional sebelum pencadangan atau Pre-Provision Operating Profit (PPOP) konsolidasian tercatat sebesar Rp 9,6 triliun, tumbuh 4 persen secara tahunan.

Dampak Penggabungan Usaha dan Pendapatan Operasional

Theresia memaparkan bahwa kinerja keuangan konsolidasian tersebut telah memperhitungkan dampak penggabungan usaha antara PT Mandala Multifinance Tbk dan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk yang efektif sejak 1 Oktober 2025. Langkah korporasi ini turut memengaruhi penyajian ulang laporan keuangan tahun 2024 sebagai periode pembanding.

“Danamon mencatatkan laba bersih tahun berjalan konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp 4 triliun, tumbuh 14 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Theresia dalam paparan kinerja keuangan secara virtual, Kamis (19/2/2026).

Jika mengecualikan dampak penggabungan usaha Mandala Finance dan Adira Finance, Danamon tetap mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar Rp 3,9 triliun atau meningkat 21 persen secara tahunan. Adapun total pendapatan operasional konsolidasian mencapai Rp 19,5 triliun, naik 3 persen dibandingkan tahun 2024.

Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga

Dari sisi intermediasi, Danamon mencatatkan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp 212,7 triliun per 31 Desember 2025, atau meningkat 9 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini terjadi di seluruh lini bisnis utama perusahaan, meliputi:

Advertisement

  • Enterprise Banking
  • Financial Institutions
  • Consumer Banking
  • Pembiayaan melalui Adira Finance

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi sebesar 16 persen secara tahunan menjadi Rp 176,9 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan simpanan giro dan tabungan (CASA) yang naik 18 persen menjadi Rp 75,2 triliun.

Kualitas Aset dan Rasio Keuangan

Peningkatan laba bersih juga didukung oleh perbaikan kualitas kredit. Biaya kredit atau cost of credit tercatat membaik sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) berada di level 7,7 persen.

Kualitas aset perseroan menunjukkan tren positif yang tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) menjadi 1,7 persen, membaik 20 basis poin dari tahun sebelumnya. Rasio Loan at Risk (LAR) juga membaik menjadi 8,3 persen, turun 230 basis poin secara tahunan.

Kondisi permodalan dan likuiditas Danamon tetap terjaga kuat dengan rincian rasio sebagai berikut:

Rasio Kecukupan Modal (KPMM)25,4%
Rasio Cakupan Likuiditas (LCR)158,9%
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (NSFR)117,9%

Informasi lengkap mengenai kinerja keuangan tahun buku 2025 ini disampaikan melalui paparan publik resmi PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang dirilis pada 19 Februari 2026.

Advertisement