Sepak Bola Liga Inggris

Liam Rosenior Tanggapi Kritik Netizen dan Dampaknya bagi Keluarga Usai Latih Chelsea di Liga Inggris

Advertisement

Liam Rosenior, pelatih kepala Chelsea, mengungkapkan dampak nyata dari reaksi publik dan komentar negatif di media sosial sejak dirinya menggantikan Enzo Maresca. Meski telah mengantisipasi tekanan tersebut, Rosenior mengakui bahwa perundungan digital tersebut turut memengaruhi anggota keluarganya, terutama anak-anaknya yang aktif di platform daring.

Dampak Komentar Media Sosial Terhadap Keluarga

Rosenior menjelaskan bahwa informasi mengenai komentar negatif tersebut sampai ke telinganya melalui anak-anaknya yang kini menginjak usia remaja. Ia menyadari bahwa perhatian besar publik merupakan konsekuensi dari posisinya di klub papan atas Liga Inggris musim 2025-2026.

“Alasan saya tahu ini adalah karena saya punya anak remaja. Mereka aktif di media sosial. Itu memengaruhi mereka. Itu memengaruhi orang tua saya, itu memengaruhi keluarga saya,” ujar Rosenior menjelang laga Chelsea melawan Leeds United.

Meskipun demikian, pelatih berusia 41 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya sudah siap menghadapi situasi ini sejak awal. Ia menilai kepercayaan diri adalah kunci utama dalam menjalani profesi sebagai pelatih di level tertinggi.

Fokus Kepelatihan dan Latar Belakang Karier

Rosenior juga menanggapi berbagai kritik yang menyoroti kepribadian, penampilan, hingga latar belakang kepelatihannya. Ia menyadari bahwa dirinya bukan merupakan nama besar dibandingkan pelatih-pelatih Chelsea sebelumnya, mengingat rekam jejaknya di Derby County, Hull City, dan Strasbourg.

Terkait julukan LinkedIn Liam yang sempat disematkan kepadanya, Rosenior memilih untuk tetap fokus pada kinerjanya di lapangan. Ia membuktikan kapasitasnya dengan membawa Chelsea meraih hasil positif dalam beberapa pekan terakhir.

Advertisement

  • Membawa Chelsea lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
  • Mencatatkan 7 kemenangan dari 9 laga terakhir.
  • Menghadapi tekanan publik dengan tetap mempertahankan karakter personal.

Profesionalisme di Tengah Sorotan Publik

Pelatih asal Inggris ini menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan opini publik menghalangi fokusnya dalam membangun tim. Baginya, risiko pekerjaan di klub sebesar Chelsea mencakup segala bentuk pengawasan ketat dari penggemar maupun pengamat sepak bola.

“Jika Anda terpengaruh oleh hal-hal seperti itu, Anda seharusnya tidak berada di pekerjaan ini. Saya menyukai pekerjaan ini dan saya tidak takut menjadi diri saya sendiri,” pungkasnya.

Informasi lengkap mengenai pernyataan Liam Rosenior ini disampaikan melalui sesi wawancara resmi yang dirilis oleh The Guardian pada Desember 2026.

Advertisement