Finansial

Libur Imlek 2026: KAI Catat Penjualan 910.656 Tiket dengan Okupansi Mencapai 110 Persen

Advertisement

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan pada periode libur panjang Imlek 2026 dengan total penjualan mencapai 910.656 tiket hingga Senin (16/2/2026) pukul 11.00 WIB. Angka tersebut melampaui kapasitas yang disediakan sebesar 825.303 tempat duduk, atau setara dengan tingkat okupansi 110,34 persen.

Detail Penjualan Tiket dan Okupansi Harian

Data KAI menunjukkan puncak keberangkatan terjadi pada 14 Februari 2026 dengan jumlah 216.863 pelanggan, mencatatkan okupansi tertinggi sebesar 132 persen. Sementara itu, pada 13 Februari tercatat 202.105 pelanggan dengan okupansi 123 persen dan pada 15 Februari sebanyak 203.816 pelanggan dengan okupansi 123 persen.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa tingkat okupansi yang melebihi 100 persen ini dipengaruhi oleh pola perjalanan dinamis. Pelanggan memanfaatkan relasi perjalanan dengan naik dan turun di stasiun antara sebelum mencapai tujuan akhir kereta.

Untuk keberangkatan tanggal 16 Februari, tercatat sebanyak 152.704 pelanggan telah berangkat, disusul oleh 135.168 pelanggan untuk keberangkatan 17 Februari 2026. Angka-angka ini diprediksi masih akan terus bertambah seiring dengan penjualan tiket yang masih terus berlangsung.

Daftar Stasiun Tujuan Terfavorit

Selama periode libur panjang ini, sepuluh stasiun besar di Pulau Jawa menjadi destinasi utama para pelanggan. Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen di Jakarta menempati urutan teratas sebagai titik tujuan paling padat bagi masyarakat.

Advertisement

PeringkatStasiun TujuanJumlah Pelanggan
1Gambir56.628
2Pasar Senen55.476
3Yogyakarta48.415
4Semarang Tawang36.251
5Purwokerto30.090
6Bandung29.649
7Surabaya Gubeng28.863
8Surabaya Pasar Turi28.409
9Solo Balapan26.765
10Semarang Poncol25.527

Kondisi Operasional dan Kendala Cuaca

Secara umum, operasional perjalanan kereta api berjalan lancar, terutama di jalur selatan Jawa. Namun, Anne mengungkapkan adanya pengaturan khusus di lintas utara, tepatnya di wilayah Daop 4 Semarang, akibat luapan air di beberapa titik jalur kereta api.

Terdapat tiga titik genangan air yang sempat berdampak pada kecepatan kereta. Di petak jalan Tegowanu–Brumbung dan Gubug–Tegowanu, diberlakukan pembatasan kecepatan sementara (Taspat) 60 km per jam. Sementara di petak Karangjati–Gubug, jalur hilir sempat dibatasi hingga 20 km per jam sebelum berangsur pulih.

“Tim prasarana terus melakukan pemantauan debit air dan inspeksi berkala guna memastikan keamanan serta kelancaran perjalanan kereta api yang melintas di jalur tersebut,” ujar Anne dalam keterangan resminya.

Informasi lengkap mengenai operasional dan layanan tiket selama periode libur Imlek ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dirilis pada 16 Februari 2026.

Advertisement