Islami

Litbang Kompas Jelaskan Prediksi Penurunan Pemudik Idul Fitri 2026, Bahas Faktor Ekonomi dan Pola Perjalanan

Advertisement

Jumlah masyarakat yang berencana melakukan tradisi mudik pada momen Idul Fitri 2026 diprediksi mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini terungkap dari Survei Potensi Mudik Lebaran Januari 2026 yang dirilis oleh Litbang Kompas, menyoroti adanya sinyal perlambatan mobilitas.

Sinyal Perlambatan Mobilitas Lebaran 2026 Terungkap

Litbang Kompas mencatat, hanya 23,3 persen responden yang menyatakan akan mudik ke luar kota pada Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 2,4 poin persentase dari 25,7 persen pada tahun 2025.

Sebaliknya, proporsi responden yang menyatakan tidak mudik atau belum memutuskan justru meningkat menjadi 76,7 persen untuk tahun 2026. General Manager Litbang Kompas, Ignatius Kristanto Hadisaputro, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden di 38 provinsi.

Survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error ±2,83 persen. Meskipun ada penurunan minat, potensi arus mudik tetap signifikan, dengan puncak keberangkatan diperkirakan terjadi pada H-1 Idul Fitri (20 Maret 2026) sebesar 11,9 persen.

Disusul oleh H-2 sebesar 10 persen dan H-3 sebesar 7,6 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa konsentrasi pergerakan masyarakat akan tetap menumpuk di periode sempit menjelang hari raya.

Faktor Ekonomi Jadi Kekhawatiran Utama Pemudik

Penurunan minat mudik ini diduga kuat berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Laporan survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa sebanyak 49,4 persen responden mengaku khawatir soal keuangan saat Lebaran, termasuk kekhawatiran uang tidak cukup untuk kebutuhan keluarga.

Advertisement

Selain itu, rencana biaya mudik 2026 juga menjadi sorotan. Sebanyak 38 persen responden memperkirakan pengeluaran lebih dari Rp 2,5 juta untuk perjalanan mudik mereka. Tekanan biaya transportasi dan konsumsi selama periode Lebaran menjadi beban tersendiri bagi banyak rumah tangga.

Kendaraan Pribadi Tetap Dominan Meski Jumlah Pemudik Menurun

Meskipun jumlah pemudik diprediksi menurun, pola transportasi yang digunakan tidak menunjukkan perubahan signifikan. Sepeda motor tetap menjadi moda utama pilihan masyarakat dengan persentase 25,5 persen.

Disusul oleh mobil pribadi sebesar 11,8 persen. Dominasi kendaraan pribadi ini berpotensi memicu kepadatan lalu lintas di jalur darat, khususnya di Pulau Jawa yang merupakan tujuan utama arus mudik.

Informasi mengenai potensi penurunan jumlah pemudik Lebaran 2026 ini disampaikan melalui hasil Survei Potensi Mudik Lebaran Januari 2026 yang dirilis oleh Litbang Kompas pada awal tahun ini.

Advertisement