Edukasi

Mahasiswa UNS Ungkap Manfaat Teh Rambut Jagung untuk Kontrol Tekanan Darah Lansia di Wonogiri

Advertisement

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 164 Universitas Sebelas Maret (UNS) menginisiasi pengolahan limbah rambut jagung menjadi teh herbal bagi lansia di Dusun Winong, Kecamatan Baturetno, Wonogiri. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (14/1/2026) ini digelar bersamaan dengan agenda Integrasi Layanan Primer (ILP) Posyandu desa.

Program bertajuk “Pemanfaatan Limbah Rambut Jagung bagi Kesehatan Lansia” tersebut bertujuan mengoptimalkan limbah pertanian lokal yang selama ini terbuang. Tim KKN-T UNS memberikan edukasi mengenai potensi rambut jagung sebagai minuman kesehatan yang mudah dibuat secara mandiri oleh masyarakat.

Potensi Limbah Rambut Jagung untuk Kesehatan

Koordinator Sosialisasi, Desta Aldi Pratama, menjelaskan bahwa rambut jagung merupakan komoditas melimpah di Desa Temon namun belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, bahan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk mengatasi keluhan kesehatan tertentu.

“Sebagai desa dengan hasil panen jagung yang cukup melimpah, rambut jagung di desa ini kerap terbuang begitu saja padahal memiliki kandungan yang banyak dan bagus buat kesehatan. Berdasarkan data, mayoritas lansia di Desa Temon mengeluhkan tensi yang cukup tinggi,” ujar Desta.

Kandungan Alami dan Manfaat bagi Hipertensi

Data dari kader Posyandu Dusun Winong menunjukkan sebanyak 56 persen peserta lansia tercatat menderita hipertensi. Kondisi ini mendorong mahasiswa menghadirkan inovasi teh rambut jagung sebagai alternatif untuk membantu mengontrol tekanan darah.

Secara ilmiah, rambut jagung mengandung senyawa alami seperti flavonoid, kalium, dan antioksidan. Berikut adalah fungsi utama kandungan tersebut:

Advertisement

  • Flavonoid: Membantu melancarkan aliran darah dalam tubuh.
  • Kalium: Berfungsi menyeimbangkan kadar natrium untuk mencegah tekanan darah tinggi.
  • Antioksidan: Menjaga daya tahan tubuh dan menangkal radikal bebas.

Proses Pengolahan Sederhana dan Higienis

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa mempraktikkan cara pembuatan teh yang sederhana. Proses dimulai dengan memilih rambut jagung segar, mencucinya hingga bersih, kemudian menjemurnya di bawah sinar matahari sampai berwarna kecokelatan.

Setelah kering, rambut jagung direbus selama 5 hingga 10 menit sebelum siap disajikan. Tim KKN-T 164 UNS memastikan seluruh proses dilakukan secara higienis agar kualitas teh herbal tetap terjaga bagi para lansia yang mengonsumsinya.

Apresiasi dari Kader Posyandu Setempat

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari tenaga kesehatan dan kader desa. Sutiyem, salah satu kader ILP Dusun Winong, mengapresiasi langkah mahasiswa yang memperkenalkan pemanfaatan limbah pertanian yang sebelumnya tidak diketahui warga.

“Alhamdulillah, saya sangat tertarik dengan program kerja yang dibawakan, karena bagi orang-orang di sini masih jarang sekali yang mengetahui kalau rambut jagung ternyata bisa diolah,” ungkap Sutiyem. Program ini diharapkan menjadi langkah preventif berkelanjutan dalam menjaga kesehatan masyarakat setempat.

Advertisement