Manchester United (MU) mengonfirmasi bahwa pemecatan mantan pelatih mereka, Ruben Amorim, berpotensi menghabiskan hampir 16 juta poundsterling atau setara dengan Rp361 miliar. Informasi mengejutkan ini tercantum dalam laporan resmi klub ke Bursa Saham New York pada Jumat, 27 Februari 2026, sehari setelah MU merilis laba kuartal kedua sebesar 32,6 juta poundsterling hingga 31 Desember 2025.
Rincian Biaya Pemutusan Kontrak Ruben Amorim
Ruben Amorim resmi dipecat dari kursi kepelatihan Manchester United pada 5 Januari 2026. Keputusan ini diambil sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds di Liga Inggris, menyusul kritik terbuka sang pelatih terhadap jajaran petinggi klub.
Dalam dokumen resmi yang diajukan ke Bursa Saham New York, Manchester United menyebut adanya penghapusan biaya amortisasi sebesar 6,3 juta poundsterling. Angka ini berkaitan dengan dana yang dikeluarkan untuk merekrut Amorim dari Sporting Lisbon pada November 2024.
Selain itu, klub juga menyiapkan penyisihan sebesar 15,9 juta poundsterling sebagai jumlah maksimal pembayaran kepada Amorim dan stafnya. Meskipun detail syarat pembayaran tertinggi tersebut tidak dijelaskan secara rinci, sumber internal menyebutkan bahwa hal itu terkait dengan pekerjaan Amorim di masa depan. Hingga saat ini, pelatih berusia 41 tahun tersebut belum memberikan pernyataan publik mengenai masa kerjanya di Old Trafford.
Total Pengeluaran untuk Perubahan Manajerial di Old Trafford
Kedatangan Ruben Amorim ke Manchester United sebelumnya juga memakan biaya yang tidak sedikit. Pada 27 November 2024, Setan Merah membayar 11 juta poundsterling atau sekitar Rp248 miliar kepada Sporting Lisbon untuk memboyongnya sebagai pengganti Erik ten Hag.
Pemecatan Erik ten Hag sendiri juga menelan biaya sebesar 10,4 juta poundsterling. Jika digabungkan, seluruh rangkaian perubahan manajerial sejak era Ten Hag hingga pemecatan Amorim membutuhkan biaya total fantastis, mencapai 37,3 juta poundsterling.
Selama masa tugasnya yang berlangsung selama 14 bulan, Amorim mencatatkan 25 kemenangan dari 63 pertandingan. Di bawah kepemimpinannya, Manchester United finis di posisi ke-15 Liga Inggris musim lalu, capaian terendah sejak degradasi pada musim 1973-74. Klub juga kalah di final Liga Europa dan gagal tampil di kompetisi Eropa musim ini untuk kedua kalinya sejak tahun 1990. Di ajang Piala Carabao, Setan Merah tersingkir melalui adu penalti dari Grimsby. Saat pemecatan terjadi, klub berada di posisi keenam klasemen Liga Inggris setelah konflik internal dengan direktur sepak bola Jason Wilcox.
Dampak Pasca-Amorim dan Kondisi Finansial Manchester United
Setelah kepergian Ruben Amorim, posisi pelatih sementara sempat diisi oleh Darren Fletcher untuk dua pertandingan. Tugas tersebut kemudian diserahkan kepada Michael Carrick hingga akhir musim. Di bawah asuhan Carrick, Manchester United menunjukkan performa positif dengan meraih lima kemenangan dari enam pertandingan terakhir, termasuk saat mengalahkan Everton.
Situasi ini membuat posisi Manchester United perlahan naik ke peringkat keempat klasemen Liga Inggris, kembali bersaing untuk mendapatkan tiket Liga Champions musim depan.
Dari sektor keuangan, klub juga melakukan beberapa penyesuaian. Manchester United menambah fasilitas kredit dari 350 juta menjadi 400 juta poundsterling dan berhasil melunasi 75 juta poundsterling. Saat ini, utang klub tercatat sebesar 215 juta poundsterling atau sekitar Rp4 triliun. Laporan tersebut juga menyebutkan adanya layanan sponsor senilai 600 ribu poundsterling yang diberikan kepada Ineos Automotive Ltd, anak usaha dari grup Ineos milik Sir Jim Ratcliffe.
Informasi lengkap mengenai rincian biaya pemecatan dan kondisi keuangan Manchester United ini disampaikan melalui laporan resmi klub ke Bursa Saham New York yang dirilis pada 27 Februari 2026.
