Pebalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, memberikan komentar usai balapan utama (race) MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram pada Minggu, 1 Maret 2026 sore WIB. Marquez harus merasakan hasil mengecewakan setelah gagal naik podium akibat insiden pecah ban pada lap ke-21.
Kegagalan Marquez ini juga menjadi catatan buruk bagi tim Ducati. Untuk kali pertama sejak Grand Prix Inggris 2021, tidak ada pembalap Ducati yang naik podium, sekaligus mengakhiri rentetan podium grand prix sebanyak 88 seri bagi merek Italia tersebut. Posisi terbaik Ducati diraih oleh Fabio Di Giannantonio yang finis di posisi keenam, tertinggal 15 detik di belakang Marco Bezzecchi.
Respons Marc Marquez: Tak Ada Kepanikan
Marc Marquez memberikan respons tentang hasil buruk yang diterima Ducati pada awal musim ini. Ia menegaskan tidak ada kekhawatiran yang harus dirasakan saat ini.
“Tentu saja, Ducati sedang bekerja,” kata Marquez kepada TNT Sport. “Kita perlu bekerja dengan baik, kita perlu bekerja keras, tetapi jangan panik.”
Marquez memilih untuk segera berpaling ke seri berikutnya yang akan digelar di sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Brasil. “Di sini casing-nya berbeda, bannya berbeda. Mari kita lihat balapan selanjutnya. Tentu saja, kita perlu bekerja, kita tidak bisa tidur,” tandasnya.
Klarifikasi Insiden Ban Pecah
Saat ditanya tentang insiden pecah ban yang dialaminya, Marquez dengan tegas menjawab jika ia “tidak ingin membuang waktu.” Baginya, peristiwa itu menjadi masa lalu dan ia tidak mau mencari kesalahan yang membuatnya mengakhiri balapan lebih cepat.
“Saya hanya ingin memikirkan balapan selanjutnya. Ini bukan masalah Michelin, dan ini bukan masalah treknya,” tambahnya.
Tentang kondisi trotoar yang disebut menjadi alasan rusaknya ban belakang motornya, Marquez menyebut hal tersebut bisa terjadi kapan saja. “Trotoar ganda itu bagus karena beberapa alasan, tetapi hari ini kita melihat sesuatu yang tidak biasa. Tapi, hal seperti itu memang bisa terjadi. Itu sangat aneh karena bahkan ringnya pun rusak parah. Jadi, saya merasa sangat beruntung karena bukan highside yang parah,” jelasnya.
Kondisi Fisik Masih Jadi Tantangan
Cedera bahu yang dialami Marquez saat tampil di MotoGP Mandalika 2025 masih dirasakan hingga balapan di seri pertama Buriram. Marquez memulai balapan dengan lambat karena kondisi fisik bahunya yang belum 100 persen, meski ia yakin “levelnya masih cukup” untuk tetap kompetitif.
“Awalnya saya sangat tenang. Saya tahu ini akan menjadi balapan panjang bagi ban, bagi kondisi fisik saya, dan saya berkata, ‘Oke, saya ingin tetap tenang, tidak masalah jika mereka menyalip saya’,” kata Marquez.
Namun, naluri kompetitifnya muncul saat memasuki 10 lap terakhir, di mana ia mulai mendekat ke zona podium untuk mengejar Raul Fernandez dan Pedro Acosta. Meski berakhir dengan kegagalan, ia meyakini jika level permainannya sudah cukup bagus untuk seri berikutnya.
“Lalu, ketika tersisa 10 lap, saat itulah saya mulai menyerang. Saya semakin dekat dengan podium di setiap lap, mengejar Raul [Fernandez] dan Pedro [Acosta]. Tapi oke, hari ini kami mencetak nol poin, tetapi yang terpenting adalah level permainan kami sudah bagus,” tutupnya.
Informasi lengkap mengenai insiden ini disampaikan melalui pernyataan Marc Marquez kepada TNT Sport dan media lainnya setelah balapan MotoGP Thailand 2026.
