Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) menyajikan suasana kebersamaan yang istimewa selama Ramadhan 1447 Hijriah. Setiap hari, hingga 700 porsi takjil berupa Bubur Nusantara disediakan bagi masyarakat yang ingin berbuka puasa bersama di kawasan inti pusat pemerintahan. Program ini terbuka untuk seluruh warga tanpa memandang latar belakang, menjadi simbol persatuan di ibu kota baru Indonesia.
700 Porsi Bubur Nusantara Satukan Warga IKN
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menjelaskan bahwa sekitar 700 porsi Bubur Nusantara disiapkan setiap hari untuk masyarakat yang datang berbuka puasa. Kegiatan ini menciptakan kehangatan dan kebersamaan di masjid menjelang azan Magrib hingga waktu Tarawih.
“Setiap hari ada sekira 700 porsi disiapkan untuk warga yang datang berbuka puasa, sehingga rasa manis dan kehangatan bukan hanya terasa di lidah, namun juga dari kebersamaan di masjid menjelang azan Magrib, bahkan hingga Tarawih,” kata Alimuddin di Nusantara, Minggu (1/3/2026), dilansir dari Antara.
Menjelang azan Magrib, berbagai lapisan masyarakat seperti pegawai, pekerja konstruksi, keluarga, hingga anak-anak terlihat duduk berdampingan menikmati takjil. Bahkan, masyarakat non-Muslim juga turut hadir merasakan suasana kebersamaan Ramadhan di Masjid Negara IKN. Semangkuk Bubur Nusantara menjadi jembatan sederhana yang mempertemukan beragam latar belakang dalam satu ruang yang sama.
Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Bubur Nusantara
Alimuddin menambahkan, Bubur Nusantara merupakan bagian dari upaya Otorita IKN untuk mengangkat kearifan lokal kawasan IKN dan daerah penyangga. Resep bubur ini berasal dari Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, yang diwariskan secara turun-temurun dan biasanya hanya disajikan saat Ramadhan.
Bubur berwarna cokelat muda dengan taburan bubuk rempah keemasan ini dimasak sekitar satu setengah jam di dapur masjid. Racikan beragam rempah dalam bumbu kari menjadi kunci cita rasa khas Bubur Nusantara yang memikat.
“Kami mencoba mengangkat kearifan lokal sekitar IKN dan Kalimantan Timur, harapannya agar makin dikenal luas. Masyarakat umum silakan datang ke Masjid Negara. Kami ikhtiarkan tempat ini menjadi simbol harmonisasi dan keberagaman,” ujarnya.
Muhammad Tasrik, salah seorang juru masak, menegaskan bahwa bumbu kari rempah adalah identitas utama Bubur Nusantara. “Wangi dari aroma rempah inilah yang membuat khas bubur tersebut,” katanya.
Simbol Inklusivitas Ibu Kota Baru
Di tengah pesatnya pembangunan IKN, kegiatan buka puasa bersama ini menampilkan wajah sosial ibu kota baru yang inklusif. Bubur Nusantara tidak hanya menjadi hidangan takjil, tetapi juga simbol bahwa Nusantara dibangun untuk semua tanpa membedakan ras, agama, maupun golongan.
Muslih, seorang pekerja house keeping di Rumah Susun ASN, mengaku selalu menantikan momen berbuka puasa di Masjid Negara IKN. “Seru berbuka di sini. Banyak masyarakat datang untuk menikmati takjil dengan menu beragam. Bubur Nusantara rasanya enak banget, gurih, bikin ketagihan,” katanya.
Kehangatan Ramadhan di Masjid Negara IKN melalui Bubur Nusantara memperlihatkan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada upaya merawat persatuan dalam keberagaman.
Informasi mengenai program buka puasa bersama dan Bubur Nusantara di Masjid Negara IKN ini disampaikan melalui pernyataan resmi Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, yang dirilis pada Minggu, 01 Maret 2026, dilansir dari Antara.
