PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,66 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 48,5 persen secara tahunan (yoy), didorong oleh pengelolaan biaya dan risiko yang disiplin.
Kinerja Keuangan Solid Sepanjang 2025
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh penurunan biaya provisi dan pengelolaan biaya yang lebih efektif. Ia menegaskan komitmen bank dalam mengoptimalkan struktur pendanaan dan menjaga kualitas aset.
“Kami secara disiplin mengelola biaya serta mengoptimalkan struktur pendanaan, dengan pengelolaan risiko yang kuat, sehingga profitabilitas kami meningkat, diiringi kualitas aset yang semakin sehat, serta neraca yang lebih resilien,” ujar Steffano dalam keterangan tertulis pada Rabu (25/2/2026).
Laba bersih juga dikontribusikan oleh peningkatan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar 1,6 persen (yoy), yang didukung oleh penerapan risk-based pricing yang disiplin serta pergeseran komposisi pendanaan ke arah yang lebih efisien. Marjin Bunga Bersih (NIM) tercatat sebesar 4,3 persen pada tahun 2025.
Pendapatan nonbunga (NOII) juga menunjukkan pertumbuhan 8,1 persen, terutama ditopang oleh perbaikan pendapatan Global Markets yang mencapai Rp 441 miliar, serta kontribusi dari asset recovery dan wealth management. Secara keseluruhan, gross operating income (GOI) mencapai Rp 9,55 triliun, tumbuh 3,1 persen (yoy).
Steffano menambahkan, “Di sepanjang 2025, kami berfokus untuk meningkatkan kualitas pendapatan yang mumpuni serta berkelanjutan pada sejumlah lini bisnis kami yang terus menunjukkan perkembangan.”
Dari sisi efisiensi, beban overhead terkendali dengan peningkatan hanya 2,4 persen, jauh lebih rendah dibandingkan 8,5 persen pada tahun sebelumnya. Rasio efisiensi operasional (BOPO) tercatat sebesar 86,3 persen. Sementara itu, beban pencadangan turun 28,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan pengelolaan kredit yang lebih berhati-hati dan penurunan impairment charges.
Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset yang Membaik
Maybank Indonesia mencatatkan pertumbuhan kredit ritel dan nonritel yang dikelola melalui Community Financial Services (CFS) sebesar 5,2 persen (yoy), mencapai Rp 87,17 triliun.
Kredit nonritel tumbuh 5,2 persen (yoy), didukung oleh pertumbuhan kredit komersial sebesar 11,6 persen dan peningkatan Kredit Usaha Kecil dan Menengah sebesar 6,6 persen. Namun, kredit Retail SME mengalami penurunan 1,3 persen.
Kredit ritel juga tumbuh 5,2 persen (yoy), ditopang oleh pertumbuhan kredit otomotif sebesar 8,6 persen dan pembiayaan ritel konsumer sebesar 5,4 persen. Kredit kepemilikan properti (KPR) relatif stabil dengan pertumbuhan 0,2 persen.
Kualitas kredit perseroan juga membaik, dengan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) sebesar 2,2 persen (gross) dan 1,3 persen (net) pada tahun 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 2,7 persen (gross) dan 1,4 persen (net). Saldo NPL secara keseluruhan menurun 19,5 persen.
Komitmen pada Pembiayaan Berkelanjutan dan Struktur Pendanaan Kuat
Pembiayaan berkelanjutan melalui KKUB tercatat sebesar Rp 21,23 triliun. Angka ini didukung oleh peningkatan signifikan pada pembiayaan transportasi ramah lingkungan sebesar 131 persen (yoy) dan pembiayaan energi terbarukan yang tumbuh 499 persen sepanjang tahun 2025.
Dari sisi pendanaan, dana murah (CASA) tumbuh 6,3 persen (yoy), didorong oleh pertumbuhan giro sebesar 12 persen. Meskipun demikian, tabungan mencatat penurunan 3,3 persen dan deposito berjangka turun 12,1 persen. Rasio CASA meningkat menjadi 57,6 persen pada Desember 2025, dari 52,9 persen pada Desember 2024.
Total simpanan nasabah hingga Desember 2025 tercatat sebesar Rp 116,19 triliun, mengalami penurunan 2,4 persen (yoy).
Permodalan Maybank Indonesia tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 27,3 persen dan rasio Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 26,1 persen. Likuiditas perseroan juga berada pada level sehat, dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) Bank-only sebesar 90,3 persen. Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank-only tercatat sebesar 175,8 persen, jauh di atas ketentuan minimum 100 persen.
Informasi lengkap mengenai kinerja keuangan Maybank Indonesia sepanjang tahun 2025 disampaikan melalui pernyataan resmi manajemen yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.
