Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan akan berkonsultasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto terkait keputusan Bantuan Hari Raya (BHR) bagi driver ojek online (Ojol) tahun 2026. Konsultasi penting ini dijadwalkan berlangsung pada Senin atau Selasa pekan depan, melibatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menaker Yassierli Tunggu Arahan Presiden Prabowo
Yassierli menegaskan bahwa keputusan mengenai THR atau BHR untuk Ojol memerlukan persetujuan dari kepala negara. “Terkait dengan THR, BHR, tentu saya dan Pak Menko kita harus konsultasi dulu dengan Pak Presiden ya,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Pertemuan ini akan menjadi momen bagi Menaker untuk melaporkan hasil diskusi dengan para pengusaha platform angkutan digital atau aplikator kepada Presiden. Presiden Prabowo sendiri baru saja kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS), Yordania, dan Uni Emirat Arab.
Aplikator Berkomitmen Beri BHR Lebih Baik
Yassierli menjelaskan bahwa tujuan utama dari pembahasan ini adalah untuk memastikan BHR tahun ini lebih baik dan dapat menjangkau penerima manfaat yang lebih luas. “Jadi kita terus menyamakan persepsi dan kita ingin memastikan bahwa memang BHR tahun ini itu lebih baik dan penerima manfaatnya juga lebih luas,” tuturnya.
Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menambahkan, berdasarkan pertemuan dengan para aplikator, para pengusaha telah menyatakan komitmen untuk memberikan BHR yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Yassierli belum dapat merinci besaran kenaikan tersebut karena keputusan akhir bergantung pada kebijakan masing-masing aplikator.
Ia juga menyoroti pentingnya memahami fleksibilitas model bisnis platform angkutan digital yang sangat bergantung pada produktivitas driver Ojol. “Orang yang memang full dengan orang yang part-time tentu harusnya berbeda. Karena kan ini model bisnisnya beda dengan pekerja biasa,” jelas Yassierli.
Mengingat Kebijakan BHR Ojol Tahun Lalu
Pada Lebaran tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto telah meminta perusahaan layanan angkutan untuk membayarkan bonus hari raya dalam bentuk tunai. Bonus tersebut diberikan dengan mempertimbangkan tingkat produktivitas driver Ojol maupun kurir online.
Saat itu, tercatat ada sekitar 250.000 driver Ojol dan kurir online yang berstatus aktif, serta 1 juta hingga 1,5 juta lainnya yang berstatus paruh waktu. “Bonus Hari Raya dalam bentuk uang tunai dengan mempertimbangkan keaktifan kerja,” ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (10/3/2025).
Informasi lengkap mengenai rencana konsultasi dan kebijakan BHR untuk driver Ojol ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Ketenagakerjaan pada Jumat, 27 Februari 2026.
