Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) mengalami peningkatan signifikan. Hal ini menyusul penandatanganan kesepakatan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.
Detail Kesepakatan Tarif Impor Nol Persen
Perjanjian ART tersebut secara khusus mengatur pembebasan bea masuk atau tarif impor 0 persen bagi 1.819 produk asal Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat. Budi Santoso menegaskan bahwa dengan adanya fasilitas ini, komoditas unggulan nasional memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar global.
“Kita targetnya naik, target kita harus naik. Karena kan begini, sekarang kan sudah beberapa komoditas 0 persen, komoditas unggulan kita itu ya yang bisa masuk ke sana. Nah otomatis ya seharusnya naik dong,” ujar Budi di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Selain pembebasan tarif untuk ribuan produk, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa perjanjian ini juga menurunkan tarif impor umum dari 32 persen menjadi 19 persen untuk produk lainnya.
Komoditas Unggulan dan Penyerapan Tenaga Kerja
Sejumlah sektor strategis menjadi fokus utama dalam kesepakatan dagang ini. Produk-produk yang mendapatkan tarif 0 persen meliputi:
- Kelapa sawit
- Kopi dan kakao
- Rempah-rempah
- Alat pesawat terbang
- Elektronik dan semikonduktor
- Apparel dan tekstil (melalui skema tariff-rate quota atau TRQ)
Khusus untuk sektor apparel dan tekstil, kebijakan ini diperkirakan akan memberikan dampak positif langsung bagi keberlangsungan lapangan kerja bagi sekitar 4 juta pekerja di Indonesia.
Pertumbuhan Ekspor dan Potensi Investasi
Budi Santoso menilai kesepakatan bilateral ini tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga berpotensi menarik investasi asing berorientasi ekspor ke tanah air. Menurutnya, jika investor memproduksi barang manufaktur yang kompetitif di Indonesia, maka pertumbuhan ekspor akan terakselerasi lebih cepat.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, kinerja ekspor Indonesia ke AS menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Berikut adalah rincian capaian perdagangan kedua negara:
| Indikator Perdagangan (2025) | Nilai (USD) | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|
| Total Ekspor ke AS | 30,958 juta | 16,66% |
| Total Impor dari AS | 12,846 juta | 6,87% |
| Surplus Perdagangan | 18,112 juta | 24,76% |
Pencapaian surplus perdagangan dengan Amerika Serikat tercatat sebagai yang terbesar bagi Indonesia. Budi juga mengapresiasi langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto di kancah internasional yang dinilai berhasil mempercepat proses berbagai perjanjian dagang, termasuk akses pasar ke kawasan Eurasia melalui I-EAEU FTA.
Informasi lengkap mengenai target ekspor dan detail kesepakatan dagang ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam konferensi pers di Jakarta pada 20 Februari 2026.
