Sepak Bola

Messi Terangkan Alasan Gagal Penalti Piala Dunia 2018: Saya Gugup dan Tak Terapkan Teknik Latihan

Advertisement

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, baru-baru ini mengungkapkan pengakuan mendalam terkait kegagalan eksekusi penalti krusialnya saat menghadapi Islandia pada laga fase grup Piala Dunia 2018. Dalam siniar “Miro de Atrás” yang dipandu mantan rekan setimnya, Nahuel “El Paton” Guzman, Messi mengaku dilanda kegugupan yang memengaruhi tendangannya.

Pengakuan Messi tentang Penalti yang Gagal

Messi menjelaskan momen penalti yang diblok kiper Hannes Bor Halldorsson tersebut. “Saat menendang, saya mencoba membuka kaki, tetapi bola justru mengarah langsung ke tangan kiper. Saya gugup,” ujar peraih Ballon d’Or tujuh kali itu.

Ia menambahkan bahwa situasi pertandingan membuatnya tidak mengeksekusi teknik tendangan seperti biasanya. “Saya tidak sepenuhnya membuka kaki. Saya berlatih penalti sampai 10 hari sebelum pertandingan itu,” tuturnya.

Pemain Inter Miami ini juga menceritakan rutinitas latihannya menjelang laga tersebut. “Saya menendang ratusan penalti di tempat latihan di Rusia. Saya selalu membuka kaki dan bola masuk ke sudut atas. Namun saat pertandingan, bola justru keluar keras,” jelas Messi.

Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2018

Pada turnamen yang berlangsung di Rusia tersebut, Argentina berhasil lolos dari fase grup meskipun mengawali dengan hasil imbang 1-1 melawan Islandia. Mereka kemudian kalah 0-3 dari Kroasia, sebelum akhirnya meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Nigeria berkat gol penentu dari Marcos Rojo.

Namun, langkah Argentina harus terhenti di babak 16 besar setelah takluk 3-4 dari Perancis, yang kemudian keluar sebagai juara Piala Dunia 2018.

Advertisement

Perspektif Baru Messi di Penghujung Karier

Dalam kesempatan yang sama, Messi juga berbicara mengenai fase akhir kariernya. Ia mengaku kini lebih menikmati perjalanan sepak bola. “Sekarang saya lebih menikmati segalanya. Dulu Anda menganggap semuanya hal biasa dan terus berjalan,” ungkapnya.

Messi menambahkan bahwa tekanan untuk selalu menang membuat banyak pencapaian kurang dihargai. “Anda menjadi juara dan langsung berpikir tentang pertandingan berikutnya. Anda tidak benar-benar menghargai setiap pencapaian.”

Pengalaman dan usia, menurut Messi, telah memberinya perspektif berbeda. Hal ini termasuk dalam menghargai setiap momen di lapangan dan perjalanan karier sepak bolanya.

Informasi lengkap mengenai pengakuan Lionel Messi ini disampaikan melalui siniar “Miro de Atrás” yang dipandu Nahuel “El Paton” Guzman.

Advertisement