Olahraga

MotoGP Hungaria 2026: Bagnaia Soroti Lintasan usai Chaos Jorge Martin

Jorge Martin memicu kecelakaan karambol pada awal balapan MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Minggu (7/6/2026). Francesco Bagnaia menilai insiden itu tidak semata disebabkan kesalahan pebalap, melainkan juga dipengaruhi kondisi permukaan lintasan yang dinilainya sudah berada di ambang batas.

Kekacauan terjadi sesaat setelah start grand prix dimulai. Pebalap Aprilia itu kehilangan kendali motornya saat mengerem di tikungan pertama, lalu menabrak rekan setimnya, Marco Bezzecchi.

Kronologi kecelakaan di tikungan pertama

Insiden yang dipicu Martin berlanjut dan menyeret sejumlah pebalap lain. Bezzecchi yang tertabrak kemudian turut menyapu Fermin Aldeguer, Fabio Di Giannantonio, dan Raul Fernandez.

Dari deretan pebalap yang terlibat kecelakaan, hanya Fabio Di Giannantonio yang mampu melanjutkan balapan. Diggia kemudian menyelesaikan lomba dengan finis di posisi ke-12.

Martin minta maaf, Rivola disebut marah

Usai kecelakaan tersebut, Jorge Martin merilis permintaan maaf terbuka. Di sisi lain, Bos Aprilia Massimo Rivola disebut sudah lebih dulu marah besar setelah crash yang terjadi pada awal balapan itu.

Insiden di Balaton Park itu menjadi salah satu sorotan utama dalam MotoGP Hungaria 2026 karena melibatkan beberapa pebalap sekaligus sejak lap pembuka.

Bagnaia nilai kondisi lintasan jadi faktor utama

Francesco Bagnaia, yang menutup balapan dengan finis ketiga, menyampaikan pandangannya soal kecelakaan itu. Menurut pebalap Ducati tersebut, kondisi permukaan lintasan memburuk seiring panas yang terjadi saat balapan.

“Situasinya menegangkan; mereka jatuh dengan keras. Di beberapa putaran pertama berlangsung dengan baik, tapi permukaan lintasan di sana sudah di ambang batasnya, dan dengan panas, kondisinya lebih buruk,” ucap rider Ducati itu dikutip GPOne.

Bagnaia juga merasa beruntung karena bisa menghindari insiden di depannya. Ia menilai Martin bukan sekadar mengerem terlalu keras, melainkan mengalami masalah pada bagian depan motor saat memasuki tikungan pertama.

“Aku beruntung bisa terhindar dari kecelakaan itu. Menurut pendapatku, Jorge bukannya mengerem dengan keras, melainkan bagian depan motornya mengunci dan dia tidak bisa menghentikan motornya lagi, dia sudah mencobanya entah bagaimana, tapi menurut pandanganku, kecelakaan itu cenderung kesalahan lintasan daripada si pebalap,” Pecco Bagnaia menyimpulkan.

Pandangan Bagnaia menempatkan kondisi lintasan Balaton Park sebagai faktor penting dalam insiden lap awal tersebut. Sementara itu, hasil akhir balapan mencatat Bagnaia finis ketiga dan Di Giannantonio menjadi satu-satunya pebalap yang tetap melaju setelah terlibat dalam karambol.