Lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, secara resmi melonggarkan aturan terkait perangkat pribadi yang boleh dibawa astronot ke luar angkasa. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, astronot diizinkan membawa iPhone dan smartphone modern lainnya dalam misi luar angkasa, termasuk misi ke orbit Bulan.
Kebijakan baru ini diumumkan oleh Administrator NASA, Jared Isaacman, melalui media sosial X. Ia menyebut langkah tersebut sebagai upaya untuk memberi kru alat dokumentasi yang lebih relevan dengan era sekarang.
Kebijakan Baru untuk Dokumentasi yang Lebih Personal
Dengan restu NASA untuk iPhone, astronot berpotensi merekam visual luar angkasa secara lebih spontan dan personal. Isaacman menjelaskan bahwa dengan iPhone, astronot diberi kesempatan untuk menangkap momen spesial bagi keluarga mereka serta membagikan foto dan video inspiratif kepada dunia.
Meskipun tidak akan menandingi hasil teleskop seperti James Webb Space Telescope, kamera smartphone modern dinilai cukup mumpuni untuk menangkap fenomena langit dan aktivitas di stasiun luar angkasa.
Misi yang Terdampak dan Jadwal Peluncuran
Menurut Isaacman, kebijakan ini akan mulai diterapkan pada misi Crew-12 dan Artemis II. SpaceX Crew-12 adalah misi berawak hasil kerja sama NASA dan SpaceX dalam program Commercial Crew.
Misi yang diluncurkan pada 13 Februari lalu ini menggunakan kapsul Crew Dragon milik SpaceX yang diluncurkan dengan roket Falcon 9. Crew-12 termasuk bagian dari rangkaian misi rutin pengiriman astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Sementara itu, Artemis II merupakan penerbangan berawak pertama dalam program Artemis yang menjadi langkah penting menuju kembalinya manusia ke Bulan. Misi ini sekaligus membuka jalan bagi misi masa depan ke Mars dan dijadwalkan memulai perjalanan pada 6 Maret 2026.
Proses Pengujian dan Peninjauan Aturan
Selama ini, dokumentasi di luar angkasa memang sudah dilakukan menggunakan kamera profesional. Perangkat yang disetujui untuk misi Artemis II sebelumnya hanya berupa kamera DSLR Nikon keluaran 2016 serta kamera GoPro generasi lama.
NASA belum merinci model iPhone mana yang akan dibawa, tetapi perangkat tersebut tetap harus melalui proses pengujian ketat agar memenuhi standar keselamatan penerbangan luar angkasa. Isaacman turut mengungkapkan, keputusan ini menuntut NASA untuk meninjau ulang prosedur persetujuan perangkat yang selama ini dikenal ketat dan panjang.
Proses sertifikasi perangkat luar angkasa biasanya memerlukan serangkaian uji keselamatan, kompatibilitas, hingga ketahanan terhadap kondisi ekstrem. Namun, NASA kini mencoba mempercepat proses tersebut untuk perangkat keras modern, sebagaimana dihimpun dari SlashGear.
“NASA astronauts will soon fly with the latest smartphones, beginning with Crew-12 and Artemis II. We are giving our crews the tools to capture special moments for their families and share inspiring images and video with the world. Just as important, we challenged long-standing…”
— NASA Administrator Jared Isaacman (@NASAAdmin) February 5, 2026
Sejarah Ponsel di Luar Angkasa
Meski terdengar baru, iPhone sebenarnya sudah pernah ke luar angkasa sebelumnya. Pada 2011, dua iPhone 4 menemani kapten Chris Ferguson bersama awak pesawat ulang-alik Atlantis NASA lainnya ke ISS. Smartphone bikinan Apple itu dibekali aplikasi khusus yang disebut “SpaceLab for iOS” yang dirancang oleh Odysey Space Research.
Melalui aplikasi itu, para astronot melakukan sejumlah eksperimen, salah satunya memotret rangkaian foto garis pantai Bumi. Selain itu, iPhone 4 juga dimanfaatkan untuk memberikan data tentang posisi dan kecepatan pesawat di orbit.
Google Nexus S juga menjadi ponsel lain yang pernah menemani astronot ke luar angkasa. HP rilisan tahun 2011 ini digunakan astronot untuk menambah kemampuan satelit dan meningkatkan komunikasi antara Bumi dengan luar angkasa.
NASA juga sempat meluncurkan tiga ponsel HTC Nexus One ke orbit Bumi pada April 2013, sebagai bagian dari program satelit eksperimental berbiaya rendah. Smartphone ini dimodifikasi dan dijadikan satelit mini yang disebut PhoneSat. Ketiga ponsel itu mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 150 mil dan terbakar saat kembali memasuki atmosfer setelah dua pekan di luar angkasa. Misi ini bertujuan untuk melihat kemampuan ponsel sebagai “otak” satelit masa depan.
Kini, kebijakan terbaru ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya smartphone modern diizinkan secara resmi sebagai bagian dari perlengkapan dokumentasi misi utama NASA. Dengan kebijakan baru ini, publik berpotensi melihat dokumentasi luar angkasa dengan sudut pandang yang lebih personal, bahkan mungkin dalam format vlog langsung dari orbit atau perjalanan menuju Bulan.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Administrator NASA Jared Isaacman yang dirilis pada 5 Februari 2026 melalui akun media sosial X.
