Lebaran 2026 kembali menjadi momen istimewa bagi umat muslim untuk merayakan kemenangan dan kebersamaan. Selain silaturahmi, busana baru seringkali menjadi simbol pembaruan diri. Tahun ini, tren busana pria muslim menunjukkan pergeseran menarik, mengarah pada desain yang lebih bersih, potongan rapi, serta perpaduan harmonis antara tradisional dan modern.
Gaya pria muslim kini cenderung memilih kesederhanaan, namun tetap menonjolkan karakter, kedewasaan, dan ketegasan identitas. Perubahan ini tidak hanya sekadar tren, melainkan refleksi dari dinamika gaya hidup urban yang semakin berkembang.
Mengapa Gaya Pria Makin Minimalis?
Pergeseran tren busana pria modern tidak terlepas dari perubahan gaya hidup urban yang menuntut kepraktisan dan kenyamanan. Menurut Carolyn Mair dalam bukunya The Psychology of Fashion, pilihan pakaian seseorang mencerminkan kondisi psikologis dan kebutuhan sosial.
Pria modern cenderung memilih busana yang praktis, nyaman, namun tetap mampu merepresentasikan nilai personal mereka. Sementara itu, Reina Lewis dalam Modest Fashion: Styling Bodies, Mediating Faith menjelaskan bahwa modest fashion kini tidak hanya soal kepatuhan norma, tetapi juga ekspresi gaya yang kontekstual dengan budaya dan zaman.
Tren Lebaran 2026 untuk pria pun mengarah pada tiga prinsip utama: potongan simpel, warna netral atau earth tone, serta fleksibilitas pemakaian yang memungkinkan busana digunakan di berbagai kesempatan.
Outer Kimono dan Sentuhan Layering Modern
Bagi pria yang ingin tampil berbeda dari baju koko konvensional, outer kimono menjadi opsi yang semakin populer. Potongan longgar dengan garis tegas memberikan siluet modern tanpa meninggalkan kesan santun.
Material katun, linen, hingga denim ringan menjadi pilihan utama karena sifatnya yang breathable dan nyaman digunakan sepanjang hari. Outer kimono biasanya dipadukan dengan kaus polos, kemeja sederhana, atau baju koko polos sebagai dalaman. Teknik layering ini memberikan dimensi visual tanpa membuat tampilan terasa berlebihan.
Baju Koko Tetap Jadi Pilar Utama
Meski tren berkembang, baju koko tetap menjadi fondasi utama outfit Lebaran pria. Model 2026 cenderung hadir dengan warna-warna kalem seperti putih tulang, abu-abu muda, olive, atau beige.
Potongan slim-fit ringan menjadi favorit karena memberikan kesan rapi tanpa terasa ketat. Detail bordir kini dibuat lebih minimalis, tidak lagi dominan seperti beberapa musim sebelumnya. Kenyamanan bahan menjadi perhatian utama, dengan pilihan katun premium, dobby ringan, hingga linen blend agar tetap adem di tengah aktivitas kunjungan keluarga yang padat.
Kemeja Kerah Shanghai dan Estetika Bersih
Kemeja polos dengan kerah Shanghai atau mandarin collar semakin diminati karena tampil sleek dan versatile. Model ini cocok bagi pria yang ingin tampil formal namun tetap kasual.
Dipadukan dengan celana chinos atau tailored pants, kemeja kerah tegak menghadirkan kesan modern dan profesional, tanpa kehilangan nuansa religius. Warna-warna earth tone seperti cokelat muda, khaki, dan sage green menjadi favorit karena mudah dikombinasikan dengan sepatu loafers atau sandal kulit minimalis.
Kurta dan Koko Pakistan: Pengaruh Global
Pengaruh busana Asia Selatan juga semakin terasa dalam tren Lebaran pria di Indonesia. Kurta polos dengan potongan lurus serta panjang di atas lutut banyak dipilih karena ringan dan simpel.
Sementara itu, koko Pakistan yang panjangnya mendekati tunik memberikan tampilan lebih formal dan elegan. Model ini kerap dipadukan dengan celana bahan slim dan peci atau miki hat untuk sentuhan klasik. Fenomena ini menunjukkan bahwa tren modest menswear semakin lintas budaya, memperkaya pilihan gaya pria Indonesia.
Gamis Pria Slim Fit yang Kian Diminati
Jika dulu gamis pria identik dengan potongan lebar, kini model slim fit menjadi sorotan. Potongan yang mengikuti bentuk tubuh secara proporsional memberikan kesan modern dan bersih.
Warna polos tanpa motif lebih banyak dipilih, sejalan dengan tren minimalis global. Bahan crepe ringan, katun premium, atau satin matte menjadi opsi karena nyaman sekaligus elegan. Model ini biasanya dipakai untuk salat Id atau acara keluarga besar yang lebih formal.
Motif Etnik dan Shibori yang Lebih Subtil
Bagi pria yang ingin tampil lebih ekspresif, motif etnik atau shibori masih hadir, tetapi dalam versi yang lebih halus. Motif kini ditempatkan sebagai aksen pada bagian tertentu seperti panel depan atau lengan, tidak lagi dominan.
Pendekatan ini membuat tampilan tetap berkarakter tanpa terlihat terlalu ramai, menjaga kesan minimalis yang menjadi tren utama.
Tiga Pilar Tren Baju Lebaran Pria 2026
Secara keseluruhan, tren busana Lebaran pria tahun ini bertumpu pada tiga hal utama. Pertama, kenyamanan maksimal melalui bahan ringan dan potongan ergonomis. Kedua, kesederhanaan desain dengan detail minimalis. Ketiga, fleksibilitas agar busana bisa dikenakan kembali di berbagai kesempatan.
Busana tidak lagi dipandang sebagai pakaian musiman, melainkan investasi gaya jangka panjang yang relevan dengan nilai religius dan modernitas.
Tips Memilih Outfit Lebaran Pria 2026
Sebelum membeli, pertimbangkan aktivitas selama Hari Raya. Jika banyak berpindah tempat, pilih bahan yang tidak mudah kusut dan menyerap keringat. Perhatikan potongan agar sesuai bentuk tubuh, hindari model terlalu longgar atau terlalu ketat.
Warna netral akan memudahkan mix and match dengan sepatu maupun aksesori. Yang tak kalah penting, pastikan kualitas jahitan dan finishing rapi agar tampilan tetap bersih dan profesional.
Informasi mengenai tren busana Lebaran pria 2026 ini dihimpun dari analisis tren industri mode dan pengamatan pasar yang dirilis pada Senin, 23 Februari 2026.
