Zakat mal merupakan kewajiban tahunan bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat tertentu. Di balik perintah ini, terdapat aturan rinci mengenai nisab, haul, jenis harta, hingga cara menghitung zakat mal yang benar sesuai syariat. Banyak umat Islam kini memiliki penghasilan tetap, tabungan, emas, hingga investasi, namun pertanyaan seputar kapan harta wajib dizakati dan bagaimana cara menghitungnya masih sering muncul.
Artikel ini merangkum panduan lengkap cara menghitung zakat mal berdasarkan Alquran, hadis, serta rujukan kitab fikih klasik dan kontemporer yang relevan untuk tahun 2026.
Dasar Hukum Zakat Mal dalam Alquran dan Hadis
Kewajiban zakat ditegaskan secara eksplisit dalam Alquran. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 103: “Khudz min amwâlihim shadaqatan tutahhiruhum wa tuzakkîhim bihâ.” Ayat ini berarti: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”
Ayat tersebut menegaskan dimensi spiritual zakat, yaitu menyucikan harta dan jiwa. Selain itu, dalam hadis riwayat Muhammad yang dicatat oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj, Rasulullah SAW bersabda: “Islam dibangun di atas lima perkara… menunaikan zakat…” Hal ini menjadikan zakat mal bukan sekadar anjuran, melainkan rukun Islam yang wajib dipenuhi ketika syaratnya terpenuhi.
Memahami Konsep Nisab dan Haul
Sebelum menghitung zakat, dua istilah penting yang harus dipahami adalah nisab dan haul. Dalam kitab Fiqh az-Zakah karya Yusuf al-Qaradawi, nisab dijelaskan sebagai batas minimum harta yang mewajibkan zakat.
Sementara itu, haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriyah penuh. Untuk harta berupa emas, nisabnya adalah 85 gram emas murni, ketentuan ini juga ditegaskan dalam Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq. Artinya, jika total kekayaan setara atau melebihi nilai 85 gram emas dan telah dimiliki selama satu tahun, maka wajib dizakati sebesar 2,5 persen.
Jenis Harta yang Wajib Dihitung dalam Zakat Mal
Cara menghitung zakat mal dimulai dari mengidentifikasi harta yang termasuk objek zakat. Beberapa di antaranya meliputi:
- Emas dan perak
- Uang tunai dan tabungan
- Deposito dan investasi syariah
- Modal usaha dan keuntungan perdagangan
- Piutang yang berpotensi tertagih
Dalam buku Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah az-Zuhaili dijelaskan bahwa harta perdagangan dihitung berdasarkan nilai pasar saat jatuh tempo zakat. Zakat pertanian dan peternakan memiliki ketentuan berbeda dan tidak selalu mensyaratkan haul.
Langkah Sistematis Cara Menghitung Zakat Mal
Berikut adalah langkah-langkah sistematis dalam menghitung zakat mal:
-
Hitung Total Aset Bersih
Jumlahkan seluruh harta yang dimiliki, seperti tabungan, emas, nilai usaha, dan investasi. Kurangi total aset tersebut dengan utang jatuh tempo yang harus dibayar dalam waktu dekat.
-
Cek Apakah Sudah Mencapai Nisab
Bandingkan total harta bersih dengan nilai 85 gram emas saat ini. Sebagai contoh, jika harga emas per gram adalah Rp1.200.000, maka nisabnya adalah 85 x Rp1.200.000 = Rp102.000.000. Jika total harta di atas angka tersebut, zakat wajib ditunaikan.
Advertisement -
Pastikan Sudah Haul
Pastikan harta tersebut telah dimiliki selama satu tahun hijriyah penuh.
-
Hitung 2,5 Persen
Rumus sederhana untuk menghitung zakat mal adalah: Total Harta Bersih x 2,5%.
Contoh Perhitungan Zakat Mal
Seseorang memiliki tabungan sebesar Rp120.000.000 dan emas senilai Rp20.000.000. Orang tersebut juga memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp10.000.000.
Total harta bersih yang dimiliki adalah (Rp120.000.000 + Rp20.000.000) – Rp10.000.000 = Rp130.000.000. Jika harta tersebut telah mencapai haul dan nisab, maka zakatnya adalah Rp130.000.000 x 2,5% = Rp3.250.000.
Dalil Tambahan tentang Keutamaan Zakat
Allah SWT kembali menegaskan perintah zakat dalam firman-Nya di QS. Al-Baqarah ayat 43: “Wa aqîmush-shalâta wa âtuz-zakâh.” Artinya: “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”
Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis riwayat Muslim ibn al-Hajjaj: “Tidak akan berkurang harta karena sedekah.” Hal ini menunjukkan bahwa zakat bukan mengurangi kekayaan, melainkan mengundang keberkahan.
Perspektif Ekonomi dan Sosial Zakat
Dalam kajian ekonomi Islam modern, zakat berfungsi sebagai instrumen redistribusi kekayaan. Menurut Yusuf al-Qaradawi, zakat mencegah penumpukan harta pada kelompok tertentu dan memperkuat daya beli masyarakat miskin. Secara sosial, zakat mempererat solidaritas dan memperkecil kesenjangan ekonomi.
Di Mana Menunaikan Zakat?
Di Indonesia, zakat dapat disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atau lembaga amil zakat resmi lainnya. Penyaluran melalui lembaga resmi bertujuan agar distribusinya tepat sasaran kepada delapan golongan mustahik sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah ayat 60.
Mengapa Penting Memahami Cara Menghitung Zakat Mal?
Kesalahan dalam menghitung zakat dapat menyebabkan kewajiban tidak tertunaikan secara sempurna. Sebaliknya, pemahaman yang benar akan membuat ibadah ini lebih ringan dan terarah. Zakat mal bukan sekadar kewajiban tahunan, tetapi bentuk kepatuhan total kepada Allah SWT sekaligus kontribusi nyata dalam membangun kesejahteraan umat.
Informasi mengenai panduan zakat mal ini dirangkum dari rujukan Alquran, hadis, serta kitab fikih klasik dan kontemporer seperti Fiqh az-Zakah karya Yusuf al-Qaradawi dan Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq.
