Warner Bros. Discovery (WBD) mengumumkan bahwa Paramount Skydance (PSKY) telah mengajukan proposal akuisisi yang direvisi, menaikkan tawaran menjadi 31 dollar AS per saham. Angka ini melampaui kesepakatan awal WBD dengan Netflix, memicu kembali spekulasi mengenai masa depan raksasa media tersebut. Pernyataan resmi ini dirilis pada Selasa (24/2/2026) pagi waktu setempat.
Tawaran Baru Paramount Skydance dan Respons WBD
Paramount Skydance kini menawarkan 31 dollar AS per saham untuk mengakuisisi seluruh entitas Warner Bros. Discovery, meningkat dari tawaran sebelumnya sebesar 30 dollar AS per saham. Proposal ini datang setelah WBD membuka kembali pembicaraan dengan Paramount dalam periode pengabaian terbatas tujuh hari dari Netflix.
WBD menyatakan, “Setelah melakukan pembicaraan dengan PSKY selama periode pengabaian terbatas tujuh hari, kami menerima proposal revisi dari PSKY untuk mengakuisisi WBD, yang saat ini sedang kami tinjau bersama penasihat keuangan dan hukum kami.” Pernyataan tersebut dikutip dari CNBC pada Selasa (24/2/2026).
Dewan Direksi WBD akan memperbarui pemegang saham setelah peninjauan selesai. Meskipun demikian, perjanjian merger dengan Netflix masih berlaku, dan Dewan Direksi terus merekomendasikan transaksi dengan Netflix.
Detail Finansial dan Klausul Pembatalan
Tawaran terbaru Paramount sebesar 31 dollar AS per saham diajukan secara tunai. Proposal ini juga mencakup breakup fee sebesar 7 miliar dollar AS (sekitar Rp 117,6 triliun dengan kurs Rp 16.800 per dollar AS) jika merger tidak mendapat persetujuan regulator.
Selain itu, Paramount bersedia menanggung biaya pembatalan sebesar 2,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 47 triliun) yang harus dibayarkan WBD kepada Netflix jika kesepakatan sebelumnya dibatalkan. Biaya tambahan terkait potensi keterlambatan persetujuan regulator juga termasuk dalam proposal ini.
“Dewan Direksi belum memutuskan apakah proposal revisi PSKY lebih unggul dibandingkan merger dengan Netflix,” demikian pernyataan perusahaan. WBD akan melanjutkan pembicaraan dengan PSKY untuk menentukan apakah proposal tersebut memenuhi kriteria “Company Superior Proposal” sebagaimana didefinisikan dalam Perjanjian Merger Netflix.
Perbandingan dengan Kesepakatan Netflix
Pada Desember lalu, Netflix menyepakati akuisisi aset studio dan streaming WBD seharga 27,75 dollar AS per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar 72 miliar dollar AS (Rp 1.209 triliun), dengan total enterprise value sekitar 82,7 miliar dollar AS (Rp 1.389 triliun).
Paramount, di sisi lain, mengincar pengambilalihan seluruh WBD, termasuk jaringan kabel seperti CNN, TBS, HGTV, dan TNT, serta aset digital seperti Bleacher Report dan House of Highlights. Dewan Direksi WBD sebelumnya menyarankan pemegang saham untuk tidak mengambil tindakan terkait tawaran tender Paramount.
Jika WBD menilai tawaran Paramount lebih unggul, Netflix memiliki waktu empat hari untuk meningkatkan penawarannya yang sebelumnya sudah disepakati.
Potensi Merger Raksasa Industri Media dan Tantangan Regulasi
Merger antara Paramount dan WBD berpotensi menciptakan entitas media raksasa. Layanan streaming HBO Max akan digabungkan dengan Paramount+, dan dua dari lima studio film terbesar berdasarkan pendapatan, yakni Warner Bros. dan Paramount Skydance Studios, akan berada dalam satu kepemilikan.
Selain itu, merger ini juga akan menyatukan CNN dan CBS News di bawah satu struktur kepemilikan. Baik kesepakatan Netflix-WBD maupun potensi merger Paramount-WBD sama-sama memerlukan persetujuan regulator di Amerika Serikat dan Eropa.
Kedua transaksi tersebut juga telah menuai kekhawatiran terkait isu persaingan usaha atau antimonopoli dari berbagai pihak.
Informasi lengkap mengenai proposal akuisisi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Warner Bros. Discovery yang dirilis pada Selasa, 24 Februari 2026.
