Finansial

Pasar Kripto Soroti Penurunan Bitcoin 24 Persen di Februari, Dampak Kebijakan Trump dan Krisis Lama Masih Terasa

Advertisement

Harga Bitcoin (BTC) mencatat penurunan signifikan sebesar 24 persen sepanjang Februari 2026, menjadikannya periode terburuk sejak Juni 2022. Penurunan ini terjadi di tengah sentimen risk-off global yang diperparah oleh rencana kenaikan tarif oleh Presiden AS Donald Trump.

Pada Selasa (24/2/2026), harga BTC sempat anjlok hingga 3 persen ke sekitar 62.557 dollar AS sebelum memangkas pelemahannya. Jika kondisi ini bertahan hingga akhir bulan, Februari 2026 akan menjadi periode terburuk bagi Bitcoin sejak Juni 2022, ketika pasar kripto terguncang akibat runtuhnya proyek stablecoin TerraUSD.

Krisis 2022 tersebut memicu efek domino, termasuk kolapsnya hedge fund kripto Three Arrows Capital dan perusahaan pinjaman BlockFi. Selain itu, Bitcoin juga berada di jalur penurunan lima bulan berturut-turut, yang akan menjadi rentetan pelemahan terpanjang sejak 2018, masa ketika pasar kripto terpukul akibat meredupnya tren initial coin offering (ICO).

Terimbas Sentimen Global dan Kebijakan Trump

Tekanan terhadap Bitcoin tidak lepas dari situasi global, sebagaimana dikutip dari Bloomberg pada Rabu (25/2/2026). Aksi jual yang sudah berlangsung sejak Oktober 2025 berlanjut di tengah sentimen risk-off di pasar global.

Sentimen ini menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif global menjadi 15 persen. Kebijakan tersebut membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dan cenderung menjauhi aset berisiko.

Rachael Lucas, analis kripto di BTC Markets, menyatakan, “Keputusan Presiden Trump untuk menaikkan tarif global menjadi 15 persen mengguncang aset berisiko secara luas, dan Bitcoin bergerak searah.” Menurut Lucas, meski sering disebut sebagai “emas digital”, Bitcoin masih diperdagangkan seperti aset berisiko.

“Ketika ketakutan makro meningkat, modal beralih ke aset safe haven tradisional. Bitcoin belum berada di posisi itu,” tambahnya.

Dampak Krisis Lama Masih Terasa

Gejolak besar pada 2022 rupanya masih menyisakan dampak. Pada Senin, administrator Terraform Labs, perusahaan di balik TerraUSD, menggugat Jane Street Group LLC.

Advertisement

Todd Snyder, administrator yang ditunjuk pengadilan kebangkrutan, dalam gugatannya menyebut Jane Street menggunakan “informasi nonpublik untuk melakukan transaksi lebih awal yang mempercepat keruntuhan Terraform”. Namun, juru bicara Jane Street menyebut gugatan tersebut sebagai “tindakan putus asa” dan “upaya terang-terangan untuk menarik uang”, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi.

Menanti Arah di Level Kritis

Sejak empat bulan terakhir, pasar kripto diliputi sikap hati-hati, dan Bitcoin bahkan sudah menembus beberapa level penopang harga. Alex Kuptsikevich, kepala analis pasar di FxPro, menjelaskan, “Bitcoin sempat turun di bawah 60.000 dollar AS pada awal Februari, tetapi terjadi tarik-menarik yang stabil di sekitar level saat ini, yang menyoroti pertarungan antara bull dan bear.”

Menurut Kuptsikevich, hasil dari tarik-menarik tersebut akan menentukan apakah harga bisa bangkit atau justru kembali turun. Data menunjukkan tekanan masih terasa, dengan ETF spot Bitcoin yang tercatat di bursa Amerika Serikat mencatat arus keluar lebih dari 200 juta dollar AS pada Senin.

Sementara itu, data Deribit memperlihatkan permintaan lindung nilai terhadap penurunan harga hampir dua kali lebih besar dibandingkan taruhan kenaikan. Level 60.000 dollar AS menjadi area penting yang kini diperhatikan pasar. Awal bulan ini, harga BTC hampir menyentuh level tersebut.

Analis IG Australia, Tony Sycamore, menyebut Bitcoin kian mendekati rata-rata pergerakan 200 pekan di level 58.503 dollar AS. Jika mampu bertahan di atas level itu, harga berpeluang stabil. Sebaliknya, jika harga Bitcoin turun di bawah zona 58.000–60.000 dollar AS, tekanan dinilai bisa semakin dalam.

Secara keseluruhan, tekanan juga terjadi di pasar kripto global. Data CoinGecko menunjukkan total kapitalisasi pasar seluruh mata uang kripto turun lebih dari 120 miliar dollar AS antara Senin dan Selasa.

Informasi lengkap mengenai pergerakan harga Bitcoin dan sentimen pasar global ini disampaikan melalui berbagai laporan analis dan data pasar yang dirilis hingga Rabu, 25 Februari 2026.

Advertisement