Finansial

Pasar Kripto Terjun Bebas, Bitcoin Ambruk Lebih dari 4 Persen dan Hadapi Tekanan Historis Tanpa Pemulihan

Advertisement

Pasar kripto kembali tertekan hebat pada Senin, 23 Februari 2026, dengan aset digital papan atas terseret ke zona merah. Bitcoin (BTC), mata uang kripto terbesar, anjlok lebih dari 4 persen, memicu kekhawatiran di kalangan investor global.

Kondisi Pasar Kripto Terkini

Mengutip data dari CoinMarketCap pada Senin (23/2/2026) pukul 08.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) turun 4,01 persen, mencapai level 65.296,31 dollar AS. Pelemahan ini menambah daftar panjang koreksi, dengan penurunan 5,12 persen dalam sepekan, 26,76 persen secara bulanan, dan 25,19 persen sepanjang tahun berjalan (year to date).

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran 1,31 triliun dollar AS, dengan volume transaksi harian mencapai sekitar 18,99 miliar dollar AS. Dominasi pasar Bitcoin masih tinggi, berada di posisi 57,93 persen.

Koreksi pasar tidak hanya menimpa Bitcoin. Ethereum (ETH) juga turun 4,69 persen ke posisi 1.881,10 dollar AS. XRP melemah 4,90 persen ke level 1,359 dollar AS, sementara BNB terkoreksi 4,92 persen menjadi 594,21 dollar AS.

Advertisement

Tekanan lebih dalam dialami Solana (SOL) yang merosot 6,59 persen ke harga 79,53 dollar AS. Dogecoin (DOGE) terkoreksi 5,48 persen ke 0,09251 dollar AS, disusul Cardano (ADA) yang turun 5,75 persen ke 0,2624 dollar AS. Sementara itu, stablecoin seperti USDT dan USDC relatif stabil di kisaran 0,999 dollar AS.

Tekanan Historis dan Pergeseran Minat Investor

Menurut laporan Bloomberg, Bitcoin menghadapi tekanan terdalam sepanjang sejarahnya, tanpa tanda-tanda pemulihan yang jelas. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu telah merosot lebih dari 40 persen dari posisi puncaknya.

Pola klasik

Advertisement