Minat perusahaan untuk menghimpun dana melalui penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal Indonesia masih tinggi pada awal tahun 2026. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat delapan perusahaan telah masuk dalam antrean IPO, sementara Mandiri Sekuritas memproyeksikan pasar akan semakin ramai dengan potensi masuknya sejumlah perusahaan besar.
Pipeline IPO BEI Awal 2026
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa hingga 20 Februari 2026, terdapat delapan perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. Meskipun demikian, belum ada perusahaan yang secara resmi mencatatkan sahamnya pada periode tersebut.
Dari delapan calon emiten tersebut, lima di antaranya merupakan perusahaan beraset besar dengan nilai di atas Rp 250 miliar. Sementara itu, tiga perusahaan lainnya memiliki aset menengah, berkisar antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.
Secara sektoral, pipeline IPO didominasi oleh dua perusahaan di bidang basic materials dan dua di sektor financials. Sisanya tersebar di berbagai sektor, meliputi consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, energy, industrials, serta transportation and logistic.
Proyeksi Mandiri Sekuritas untuk Pasar IPO 2026
Di sisi lain, PT Mandiri Sekuritas Indonesia juga menunjukkan optimisme terhadap pasar modal tahun 2026. Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menyatakan pihaknya berencana membawa empat hingga lima perusahaan besar, yang disebutnya sebagai super lighthouse company, untuk melakukan IPO pada tahun ini.
Oki Ramadhana, dalam gelaran Economic and Market Outlook 2026 pada Selasa (9/12/2025) di Jakarta Selatan, menegaskan bahwa minat perusahaan untuk masuk ke BEI terus meningkat dan prospeknya semakin jelas untuk tahun 2026. Ia meyakini bahwa empat hingga lima perusahaan yang sedang dipantau Mandiri Sekuritas kemungkinan besar akan melantai di pasar modal.
Keyakinan tersebut semakin kuat mengingat daftar tersebut baru berasal dari Mandiri Sekuritas dan belum termasuk pipeline dari underwriter lain. Oki memproyeksikan pasar IPO tahun 2026 akan jauh lebih ramai dan menarik dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Oki, prospek IPO yang menjanjikan ini didorong oleh narasi besar perekonomian Indonesia yang semakin terbuka dan jelas. Setelah masa transisi, pasar kini mulai memahami arah kebijakan pemerintahan baru, membuat investor domestik maupun global merasa lebih nyaman. Meskipun tantangan geopolitik dan ketidakpastian global masih ada, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat.
Informasi mengenai pipeline IPO BEI disampaikan melalui pernyataan resmi Direktur Penilaian Perusahaan BEI pada Minggu (22/2/2026), sementara proyeksi Mandiri Sekuritas diungkapkan dalam Economic and Market Outlook 2026 pada Selasa (9/12/2025).
