Pelatih Real Betis Manuel Pellegrini menilai Real Madrid tengah berada dalam situasi sulit jelang pertemuan kedua tim pada lanjutan LaLiga, Sabtu (25/4/2026) dini hari WIB. Meski begitu, ia menegaskan kondisi tersebut tidak membuat Madrid menjadi lawan yang mudah dihadapi.
Betis akan menjamu Madrid dengan target meraih poin untuk menjaga peluang tampil di Liga Champions atau kompetisi Eropa lainnya. Di sisi lain, Madrid datang dalam tekanan setelah serangkaian hasil yang membuat mereka terancam mengakhiri musim tanpa gelar.
Madrid Dinilai Sedang Tidak Baik
Pellegrini menyebut situasi Madrid saat ini tidak ideal. Menurut dia, kegagalan meraih trofi menjadi tekanan besar bagi klub sebesar Real Madrid.
“Madrid sedang tidak dalam periode yang baik. Tidak memenangkan gelar di Madrid itu sulit,” kata Pellegrini, dikutip dari AS.
Meski menyoroti kondisi lawannya, Pellegrini tetap mengingatkan kualitas individu yang dimiliki skuad Los Blancos. Ia menilai Madrid tetap mampu mengubah pertandingan dalam waktu singkat.
“Namun, tetap saja ini Madrid, dan mereka memiliki pemain-pemain yang dapat mengubah jalannya pertandingan dan menghukum dengan cepat atas setiap kelengahan konsentrasi,” sambungnya.
Performa Madrid Setelah Ganti Pelatih
Real Madrid memecat Xabi Alonso pada Januari 2026, padahal ia baru dikontrak pada musim panas 2025. Posisi pelatih kemudian diteruskan Alvaro Arbeloa.
Pergantian tersebut belum memberi hasil sesuai harapan. Madrid tersingkir dari Copa del Rey dan Liga Champions, sementara di LaLiga mereka berada di peringkat kedua dengan 73 poin, tertinggal sembilan angka dari Barcelona.
Betis Kejar Tiket Kompetisi Eropa
Real Betis kini menempati posisi kelima klasemen dengan 49 poin. Mereka tertinggal delapan poin dari Atletico Madrid yang berada di peringkat keempat, batas akhir zona Liga Champions.
Laga melawan Madrid menjadi penting bagi Betis untuk menjaga peluang finis di zona empat besar atau setidaknya mengamankan tempat di kompetisi Eropa musim depan.
Informasi mengenai pernyataan Manuel Pellegrini dan situasi kedua tim merujuk pada laporan Detik Bola yang terbit pada 24 April 2026 serta kutipan yang dinukil dari AS.
