Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia tengah serius menjajaki peluang ekspor beras ke sejumlah negara sahabat. Pernyataan ini disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Pertanian (Kementan) yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 24 Februari 2026, di tengah proyeksi surplus stok beras nasional.
Peluang Ekspor Beras dan Proyeksi Stok Nasional
Amran menyebutkan, beberapa negara yang menjadi target ekspor antara lain Malaysia, Filipina, Papua Nugini, hingga Arab Saudi. “Kalau tiga bulan ke depan tidak ada aral melintang, kita siap ekspor. Bahkan kita dorong dari wilayah timur langsung ke Papua Nugini,” kata Amran, Rabu (25/2/2026).
Pemerintah memperkirakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog akan mencapai surplus sekitar 9 juta ton pada akhir tahun 2026, asalkan produksi tetap konsisten. Data menunjukkan, pengadaan beras pada Januari melonjak 78 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Saat ini, stok CBP tercatat mencapai 2,5 juta ton dan diproyeksikan akan terus meningkat hingga 15 persen selama musim panen raya yang berlangsung hingga Maret mendatang. “Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” tegas Amran.
Penguatan Fondasi Struktural untuk Keberlanjutan Swasembada
Menurut Amran, keberlanjutan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada produksi jangka pendek, melainkan juga penguatan fondasi struktural. Upaya ini mencakup program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan pertanian.
Pada tahun 2025, pemerintah berhasil mencetak 200.000 hektar sawah baru, dan menargetkan penambahan 250.000 hektar pada tahun 2026. Selain itu, program optimalisasi lahan juga telah diterapkan selama tiga tahun terakhir pada ratusan ribu hektar lahan. “Ini yang membuat swasembada kita sustain. Minimal bertahan 5 sampai 7 tahun, bahkan bisa 10 tahun kalau berlanjut,” jelas Amran.
Target Swasembada Komoditas Lain: Kedelai, Bawang Putih, dan Gula
Meski Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas, Menteri Pertanian menyoroti dua komoditas yang masih memerlukan perhatian serius, yaitu kedelai dan bawang putih. Kementan akan memfokuskan upaya untuk mewujudkan swasembada pada kedua komoditas tersebut.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi pada tahun 2026 dan gula industri dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun mendatang. “Kedelai memang agak berat, bawang putih relatif lebih memungkinkan. Kita selesaikan satu per satu,” pungkas Amran.
Informasi lengkap mengenai rencana ekspor beras dan target swasembada komoditas lainnya disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Pertanian yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.
