Finansial

Pemerintah Ungkap Strategi Stabilisasi Harga Cabai: 10,9 Ton Cabai Rawit Merah Banjiri Pasar Induk Kramat Jati

Advertisement

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyalurkan total 10,9 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta hingga Selasa, 24 Februari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menstabilkan harga komoditas pangan, khususnya cabai, yang sempat melonjak signifikan.

Strategi Stabilisasi Pasokan dan Subsidi Distribusi

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa pasokan cabai rawit tersebut berasal dari hasil panen Champion Cabai Kementan di berbagai daerah. Program Champion Cabai adalah pendampingan Kementan kepada petani yang difasilitasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ketut menambahkan, sesuai arahan Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pihaknya telah memberikan subsidi distribusi hingga 7 ton cabai rawit dari sentra produksi ke PIKJ, termasuk menggunakan jalur udara. “Oleh karena itu, langkah yang kami tempuh sebagaimana arahan dari Bapak Kepala Bapanas, maka kami sudah menggerakkan sampai sekarang lebih dari 4 ton cabai rawit merah ke PIKJ,” kata Ketut dalam keterangan resmi pada Rabu, 25 Februari 2026.

Rincian Distribusi Cabai ke PIKJ

Distribusi cabai rawit merah ke PIKJ dilakukan secara bertahap sejak pertengahan Februari 2026. Berikut rincian pasokan yang telah diguyur pemerintah:

  • 19 Februari: 980 kilogram dari Champion Cabai Magelang, Jawa Tengah.
  • 20 Februari: 538 kilogram dari Champion Cabai Bandung, Jawa Barat.
  • 21 Februari: 1,050 ton dari Champion Cabai Enrekang, Sulawesi Selatan.
  • 22 Februari: 1,75 ton dari Champion Cabai Magelang.
  • 23 Februari: 1,26 ton dari Champion Cabai Magelang dan 75 kuintal dari Champion Cabai Garut.
  • 24 Februari: Pasokan meningkat drastis hingga 4,6 ton dalam sehari, terdiri dari 2,1 ton dari Champion Cabai Enrekang dan 2,5 ton dari Champion Cabai Magelang.

Pasokan ini dijual kepada pedagang di tingkat pengecer dengan harga Rp 60.000 hingga Rp 65.000 per kilogram, yang diharapkan dapat menekan harga di pasar. “Kita upayakan masuk dulu cabai ini ke pasar induk, sehingga harga mudah-mudahan bisa kita kendalikan karena pasokan sudah mulai bergerak,” tutur Ketut.

Advertisement

Dampak Terhadap Harga dan Harapan Petani

Sebelumnya, tingginya permintaan cabai rawit merah menjelang dan awal Ramadhan, ditambah menurunnya volume panen akibat faktor cuaca, mengakibatkan pasokan di pasar berkurang. Kondisi ini membuat harga cabai sempat melejit hingga Rp 100.000 sampai Rp 110.000 per kilogram.

Ketut menjelaskan, dalam waktu ke depan harga cabai rawit merah diperkirakan mulai terkendali seiring intensitas hujan yang berkurang. Kondisi tersebut memungkinkan petani untuk memetik cabai lebih banyak dan pasokan kembali melimpah. “Oleh karena itu, harapan kita dalam beberapa hari ini, harga cabai sudah mulai turun,” ujarnya.

Seorang pedagang cabai di PIKJ, Ali, membenarkan bahwa pasokan cabai rawit merah terus berangsur datang. Menurutnya, seiring guyuran stok, harga cabai rawit merah di PIKJ juga semakin menurun. “(Harga cabai) turun terus setiap hari. Pasokannya sudah banyak. (Harga) Rp 60.000 sampai Rp 65.000 kalau yang super. Kalau yang model yang dari itu tadi paling lakunya Rp 55.000. Paling 3 sampai 4 harian lagi, paling sudah Rp 50.000,” kata Ali.

Informasi lengkap mengenai upaya stabilisasi harga cabai ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.

Advertisement