Kampanye pemilihan presiden klub raksasa Spanyol, Barcelona, semakin memanas dengan nama Lionel Messi kembali menjadi komoditas politik. Namun, harapan para penggemar untuk melihat sang ikon kembali merumput di panggung LaLiga dipastikan pupus setelah Messi menegaskan tidak akan kembali sebagai pemain profesional.
Penegasan Messi dan Fokus di Inter Miami
Menurut laporan dari Catalunya Radio, Lionel Messi melalui lingkaran terdekatnya telah menyampaikan pesan resmi kepada seluruh kandidat presiden. Pesan tersebut secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak akan kembali ke klub dalam kapasitas sebagai pemain profesional di masa depan.
Pemenang delapan gelar Ballon d’Or ini memilih untuk fokus sepenuhnya pada kariernya di Amerika Serikat bersama Inter Miami. Keputusan ini disebut sebagai penolakan final, menutup pintu untuk “last dance” di Spotify Camp Nou yang baru selesai direnovasi.
Meskipun demikian, Messi dikabarkan tetap membuka peluang untuk pulang ke Barcelona dalam peran yang berbeda, seperti jajaran manajemen atau duta klub, di masa mendatang.
Messi dalam Pusaran Politik Klub
Nama Messi menjadi daya tarik utama bagi para kandidat presiden untuk menarik simpati anggota klub (socis). Persaingan menuju kursi kepemimpinan ini diwarnai oleh berbagai strategi yang melibatkan citra pemain legendaris tersebut.
Salah satu kandidat, Marc Ciria, memicu kehebohan dengan memasang spanduk besar di pusat kota bertuliskan, “Menantikan untuk bertemu Anda lagi.” Meskipun tidak menampilkan wajah Messi secara gamblang, pesan tersebut sangat jelas bagi publik Catalan.
Di sisi lain, Joan Laporta, yang baru saja mengundurkan diri dari jabatannya awal bulan ini demi mencalonkan diri kembali, juga terus menyuarakan narasi mengenai hubungan baik dan rencana pertandingan perpisahan bagi sang megabintang.
Menjaga Netralitas dan Alasan Kepergian
Pihak keluarga dan perwakilan Messi secara tegas menyatakan tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan salah satu calon, termasuk Victor Font yang sempat mencoba menjalin kontak. Messi secara sadar memilih untuk tetap berada di pinggir lapangan dan tidak ingin suaranya digunakan untuk memengaruhi hasil pemilihan presiden.
Meski beberapa manuver kampanye para kandidat dianggap kurang menyenangkan bagi pihaknya, Messi tetap teguh pada komitmennya untuk tidak ikut campur dalam urusan internal manajemen klub.
Sejarah kepergiannya yang menyakitkan pada 2021 akibat kendala Financial Fair Play nampaknya menjadi salah satu alasan mengapa ia lebih memilih untuk menyimpan kenangan manis tanpa harus kembali membebani struktur gaji klub.
Informasi lengkap mengenai keputusan Lionel Messi ini disampaikan melalui laporan Catalunya Radio dan pernyataan dari lingkaran terdekat sang pemain.
