Peneliti China Kembangkan Robot Humanoid Lunak GrowHR: Mampu Menyusut, Berenang, dan Berjalan di Air
Anggapan robot humanoid yang kaku, berat, dan berisiko membahayakan manusia kini mulai terpatahkan dengan kehadiran GrowHR, sebuah robot humanoid lunak inovatif. Dikembangkan oleh tim peneliti dari Southern University of Science and Technology (SUST) di Shenzhen, China, GrowHR memiliki kemampuan unik untuk menyusut, berenang, bahkan berjalan di atas permukaan air.
Riset terkait robot ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science Advances baru-baru ini. Desain GrowHR yang lucu, dengan bagian tubuh atas menyerupai balon karakter kartun tersenyum, menjadi daya tarik tersendiri.
Konsep dan Kemampuan Unik GrowHR
Berbeda dengan robot humanoid konvensional yang mengandalkan rangka logam kaku, GrowHR dirancang untuk bisa menyusut atau berkembang sesuai fungsi tugasnya. Misalnya, robot ini dapat memperkecil ukurannya untuk merangkak dan mengambil barang di celah sempit, lalu kembali ke ukuran semula agar bisa berjalan tegak.
Selain itu, GrowHR juga mampu berenang dengan mengayunkan kedua kakinya, serta berjalan di atas permukaan air berkat bantuan sirip kecil yang terpasang di bagian kaki. Kemampuan ini menjadikan GrowHR berpotensi besar sebagai robot penyelamat, terutama dalam skenario seperti insiden tenggelam di kolam renang.
Mekanisme di Balik Fleksibilitas GrowHR
Kemampuan GrowHR untuk menyusut dan berkembang terinspirasi dari cara tulang manusia bertambah panjang dengan memanfaatkan nutrisi, namun tetap ringan dan kuat. Pendekatan biologis ini diwujudkan dengan membuat “tulang” robot dari ruang udara lunak (airtight chambers) yang dibungkus kain kuat.
Ketika udara dipompa masuk, bagian tubuh robot, seperti lengan dan kaki, dapat memanjang hingga lebih dari tiga kali ukuran awalnya. Untuk menjaga stabilitas, struktur lunak tersebut diperkuat dengan kabel penegang, motor kecil, serta pemandu berbahan serat karbon. Kombinasi ini membuat GrowHR cukup kaku untuk berjalan dan membawa beban, tetapi tetap lentur saat menerima benturan.
Dengan bobot sekitar 4,5 kg, GrowHR tergolong ringan, memungkinkannya mengapung, berenang, dan berjalan di atas permukaan air. Bobot ringan ini juga memungkinkan GrowHR untuk terbang dengan bantuan kipas kecil dan drone. Dalam demonstrasi, peneliti menunjukkan robot ini bisa terbang hingga jarak sekitar 5,5 kilometer dari titik awal.
Secara fisik, bagian atas GrowHR tampak seperti balon yang lunak dan elastis, begitu pula bagian kakinya yang bisa menyusut dengan mengeluarkan udara. Hal ini menjadikan robot humanoid ini relatif aman jika tidak sengaja menabrak manusia atau lingkungan di sekitarnya. “GrowHR secara intrinsik aman bagi pengguna, lingkungan, dan dirinya sendiri, bahkan ketika menabrak objek atau mengalami benturan keras,” tulis para peneliti dalam makalah penelitian mereka.
Potensi dan Tantangan Pengembangan
Meskipun terdengar futuristis, GrowHR saat ini masih berstatus prototipe laboratorium. Tim peneliti mengakui adanya keterbatasan, salah satunya lapisan tahan air yang justru menghambat pergerakan robot di dalam air.
Namun, para peneliti optimistis bahwa pendekatan ini membuka jalan baru dalam desain robot. Mereka menyebut GrowHR sebagai pionir robot multifungsi yang dapat tumbuh dan beradaptasi di lingkungan dinamis dan kompleks. Ke depannya, teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk misi pencarian dan penyelamatan di reruntuhan, pengiriman obat dan logistik ke wilayah terpencil, hingga membantu pekerjaan rumah tangga sehari-hari.
Informasi lengkap mengenai riset dan pengembangan GrowHR ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science Advances oleh tim peneliti dari Southern University of Science and Technology (SUST).