Sepak Bola

Pep Guardiola Minta Hormati Keyakinan, Kecam Sorakan Fans Leeds Saat Jeda Buka Puasa Pemain

Advertisement

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyerukan penghormatan terhadap perbedaan keyakinan setelah insiden sorakan dari sebagian suporter Leeds United. Sorakan tersebut terjadi saat laga Leeds vs Man City dihentikan sejenak untuk memberi kesempatan pemain muslim berbuka puasa di Elland Road Stadium, Minggu (1/3/2026) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, Man City berhasil mengalahkan Leeds United dengan skor tipis 1-0 berkat gol tunggal Antoine Semenyo pada menit ke-45+2.

Insiden Jeda Buka Puasa di Elland Road

Pertandingan di Elland Road sempat dihentikan sejenak usai matahari terbenam, tepat setelah adanya pelanggaran terhadap Rodri. Jeda ini memungkinkan pemain muslim Manchester City seperti Rayan Cherki, Omar Marmoush, dan Rayan Ait-Nouri untuk berbuka puasa di bulan Ramadan. Namun, saat jeda berlangsung, siulan dan sorakan terdengar dari tribun penggemar Leeds United. Layar di dalam stadion kemudian menampilkan keterangan tentang alasan pertandingan dihentikan sejenak.

Tanggapan Tegas Pep Guardiola

Menanggapi kejadian tersebut, Pep Guardiola menyatakan kekecewaannya. Ia menekankan pentingnya menghormati keragaman dan kepercayaan di dunia modern.

“Ini dunia modern, kan? Lihat apa yang terjadi di dunia saat ini. Anda harus menghormati kepercayaan dan menghormati keragaman, itulah intinya. Liga Premier mengatakan untuk puasa Anda dapat (melakukan) satu atau dua menit untuk itu, jadi para pemain melakukannya,” ujar Pelatih Man City itu usai laga.

Guardiola menambahkan bahwa para pemainnya tidak terpengaruh oleh cemoohan tersebut. Saat insiden terjadi, Marmoush, Cherki, dan Ait-Nouri berada di lapangan, sementara Abdukodir Khusanov duduk di bangku cadangan. Ia mempertanyakan mengapa jeda singkat untuk berbuka puasa menjadi masalah, mengingat protokol tersebut telah diterima oleh Premier League.

“Tentu saja, mereka tahu itu tetapi sudah terjadi. Mereka minum sedikit vitamin karena Cherki dan Ait-Nouri tidak makan hari ini dan minum sedikit dan hanya itu, tidak lebih dari itu. Pertanyaannya adalah, bisakah mereka melakukannya atau tidak? Bisakah mereka beristirahat selama satu menit, karena Liga Premier telah menerimanya? Apa masalahnya?” imbuh Pep Guardiola.

Advertisement

Respons Leeds United dan Badan Anti-Diskriminasi

Kebijakan menghentikan pertandingan di momen alami seperti tendangan gawang atau lemparan ke dalam sudah diterapkan Premier League dan English Football League sejak 2021 untuk mengakomodasi pemain muslim. Asisten pelatih Leeds United, Eddie Riemer, mengaku tidak terlalu mendengar sorakan karena fokus pada pertandingan, namun tetap menyayangkan insiden tersebut.

“Sejujurnya, saya mungkin orang yang tidak banyak mendengar karena saya sangat fokus pada pertandingan, tetapi saya telah mendengarnya. Jika beberapa pendukung melakukannya, kami akan mencoba belajar darinya. Hal yang mengecewakan — kami akan berbuat lebih baik lain kali,” terang Riemer, dilansir dari New York Times.

Sementara itu, badan anti-diskriminasi Kick It Out mengecam keras aksi sebagian suporter Leeds tersebut di Elland Road. Mereka menyoroti bahwa penjelasan telah ditampilkan di layar stadion, namun sorakan tetap terjadi.

“Sangat mengecewakan bahwa beberapa penggemar Leeds United mencemooh ketika para pemain Manchester City berbuka puasa selama babak pertama pertandingan di Elland Road malam ini. Hal ini diperparah oleh fakta bahwa penjelasan ditampilkan di layar besar di dalam stadion. Menghentikan sementara pertandingan untuk memberi kesempatan kepada pemain Muslim untuk berbuka puasa selama Ramadan telah menjadi protokol yang disepakati selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah bagian penting dan nyata dalam menjadikan sepak bola ramah bagi pemain dan komunitas Muslim. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh reaksi malam ini, sepak bola masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh dalam hal pendidikan dan penerimaan,” tulis Kick It Out di X.

Informasi lengkap mengenai insiden ini disampaikan melalui pernyataan resmi Pep Guardiola, asisten pelatih Leeds United, dan Kick It Out yang dirilis setelah pertandingan.

Advertisement