Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta menyerahkan bonus kepada para atlet catur berprestasi di tingkat nasional. Prosesi penyerahan bonus ini dilakukan bersamaan dengan acara buka puasa bersama yang digelar di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2026.
Acara tersebut digagas oleh Ketua Umum Percasi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. Ia menyerahkan total bonus sebesar Rp58 juta kepada para atlet yang berhasil menyumbangkan medali pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 tahun 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat.
Pemberian Bonus dan Apresiasi
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, Wakil Ketua Umum III KONI DKI Jakarta, Fatchul Anas, serta sejumlah perwakilan BUMD DKI Jakarta. Hardiyanto Kenneth, yang akrab disapa Bang Kent, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian para atlet.
Menurut Kenneth, prestasi tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh dedikasi dan pengorbanan. “Prestasi yang diraih hari ini bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ini adalah hasil dari latihan panjang, pengorbanan waktu, energi, dan pikiran. Di balik setiap medali dan gelar, ada keringat atlet, doa orang tua, kesabaran pelatih, serta kerja kolektif seluruh pengurus,” ujar Kenneth dalam keterangannya pada Selasa, 3 Maret 2026.
Kenneth, yang juga anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, menegaskan bahwa keberhasilan atlet DKI Jakarta di Kejurnas Catur ke-50 menjadi bukti sistem pembinaan berjalan di jalur yang tepat. Ia menambahkan, pemberian bonus merupakan bentuk komitmen nyata organisasi dalam menghargai kerja keras atlet.
“Bonus ini bukan semata soal nominal, tetapi simbol bahwa organisasi hadir, mendukung, dan berdiri bersama para atlet. Kami ingin memastikan para atlet merasa dihargai dan tidak pernah berjuang sendirian,” kata Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI itu.
Momentum bulan suci Ramadhan, lanjut Kenneth, juga menjadi penguat nilai karakter yang dibutuhkan dalam dunia catur, seperti kesabaran, kedisiplinan, kejujuran, dan pengendalian diri. “Di papan catur, kita belajar sabar menunggu momentum, disiplin dalam strategi, jujur dalam bertanding, dan tenang dalam tekanan. Semangat Ramadhan harus memperkuat karakter atlet kita, bukan hanya sebagai juara, tetapi juga pribadi yang berintegritas,” tambahnya.
Komitmen Percasi DKI Jakarta untuk Pembinaan
Ke depan, Percasi DKI Jakarta berkomitmen memperkuat sistem pembinaan berjenjang dan berkelanjutan. Organisasi ini juga berencana memperluas akses kompetisi serta meningkatkan kualitas pelatihan dengan memanfaatkan teknologi analisis permainan.
“Target kita bukan hanya mempertahankan prestasi di tingkat nasional, tetapi juga melahirkan pecatur yang mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional,” tegas Kenneth. Ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat tekad menuju prestasi yang lebih tinggi.
“Teruslah berlatih, teruslah bermimpi besar, dan jangan pernah takut menghadapi tantangan. Percasi DKI Jakarta akan selalu mendukung langkah para atlet,” tutur Kenneth.
Target Ambisius Menuju PON 2028
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, meminta para atlet dan jajaran pengurus untuk tidak cepat puas dengan kesuksesan di Kejurnas 2025. Ia menegaskan bahwa persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 harus segera dimatangkan.
Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan Jakarta kembali meraih gelar juara umum pada ajang tersebut. “PON 2028 harus benar-benar kita persiapkan. Karena permintaan Pak Gubernur cuma satu, yakni jadi juara umum. Beliau sudah mengatakan kebangetan kalau DKI Jakarta tidak bisa juara umum lagi,” ujar Andri.
Prestasi Gemilang DKI Jakarta di Kejurnas Catur 2025
Sebagai informasi, DKI Jakarta sukses mempertahankan gelar juara umum pada Kejurnas Catur ke-50 tahun 2025. Kontingen Ibu Kota meraih enam medali emas, dua perak, dan enam perunggu.
Peraih emas dari DKI Jakarta masing-masing adalah Zach Alexander Tjong (Open U-9), Claudio Vargues Vasco Lasama (Open U-17), Satria Duta Cahaya (Open U-19), Gilbert Elroy Tarigan (Open), R. Syarif Mahmud (Veteran), dan Clementia Adeline (U-17 Putri).
Jakarta mengungguli Jawa Timur yang berada di posisi kedua dengan empat emas, tiga perak, dan empat perunggu, serta Yogyakarta di peringkat ketiga dengan tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu. Keberhasilan ini sejalan dengan target Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar Jakarta kembali berjaya sebagai juara umum.
Daftar Atlet Peraih Bonus
Kategori Emas
- Gilbert Elroy Tarigan
- Zach Alexander Tjong
- Clementia Adeline
- Claudio Vargues Vasco Lasama
- Satria Duta Cahaya
- R. Syarif Mahmud
Kategori Perak
- Theodore Daniel Kurniawan
- Steven Tan
Kategori Perunggu
- Akwie Setiawan
- Hillary Rooca Theng
- Alexander Philip Kurniawan
- Imanuel Martogi
- Theodora Paulina Walukow
- Aulia Rochmah
Informasi lengkap mengenai pemberian bonus dan target Percasi DKI Jakarta disampaikan melalui pernyataan resmi Ketua Umum Percasi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, pada Selasa, 3 Maret 2026.
