Finansial

Percepat Seleksi Karyawan hingga 80 Persen, TalentGO.AI Tawarkan Solusi Rekrutmen Berbasis AI

Advertisement

Kebutuhan talenta digital yang terus meningkat mendorong perusahaan untuk mempercepat proses rekrutmen. Namun, dalam praktiknya, proses tersebut kerap memakan waktu dan biaya tidak sedikit, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang belum memiliki tim rekrutmen khusus. Rata-rata proses rekrutmen disebut dapat menghabiskan hingga 150 jam kerja dan biaya mencapai Rp 11,5 juta hanya untuk menyortir CV dan melakukan wawancara kandidat.

Di tengah kondisi itu, TalentGO.AI menghadirkan layanan business-to-business (B2B) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diklaim mampu mempercepat dan menyederhanakan proses perekrutan. Solusi ini disebut dapat menuntaskan rekrutmen hanya dalam tiga hari.

Latar Belakang dan Keresahan Proses Rekrutmen

Menurut Valencia, persoalan rekrutmen tidak semata-mata terletak pada sulitnya mencari kandidat, melainkan pada proses administratif yang masih dikerjakan secara manual. Tahapan tersebut mencakup pencarian kandidat hingga screening awal yang menyita waktu dan tenaga. Dalam banyak kasus, beban rekrutmen jatuh ke tangan pemilik bisnis atau tim operasional.

Inovasi TalentGO.AI dengan AI Virtual HR

Hadir pada tahun 2025, TalentGO.AI didukung oleh teknologi AI untuk memotong proses rekrutmen yang lambat menjadi 6 kali lebih cepat. TalentGO.AI menawarkan solusi end-to-end berbasis AI yang mencakup pencarian kandidat, otomasi penilaian CV yang diklaim akurat dan objektif, hingga fasilitas video interview untuk mempermudah proses seleksi.

Melalui pendekatan yang disebut sebagai AI Virtual HR, sistem TalentGO.AI dirancang untuk membantu rekruter mempercepat proses seleksi hingga 80 persen. Teknologi yang digunakan tidak hanya mencocokkan kata kunci, tetapi membaca pola dan konteks dari CV kandidat. Kandidat kemudian diurutkan berdasarkan tingkat kecocokan dan kualifikasi terhadap kebutuhan posisi.

Transparansi dan Fitur untuk Kandidat

Selain percepatan proses, TalentGO.AI juga menekankan aspek transparansi dalam penilaian. Setiap profil kandidat dilengkapi indikator kompetensi yang dapat ditinjau oleh rekruter. Dengan pendekatan ini, rekruter tidak hanya menerima skor akhir, tetapi juga memiliki dasar evaluasi untuk menilai kesesuaian kandidat dengan peran yang dicari.

Tidak hanya menyasar perusahaan, TalentGO.AI juga menyediakan fitur bagi kandidat. Dalam setiap aplikasi, kandidat dapat memperoleh masukan mengenai CV mereka serta mengakses latihan wawancara daring secara gratis. Fitur ini ditujukan agar kandidat dapat memperbaiki proses lamaran kerja secara lebih optimal.

Advertisement

Model Layanan Fleksibel untuk Berbagai Perusahaan

Untuk menjangkau kebutuhan perusahaan yang beragam, TalentGO.AI menyediakan beberapa model layanan. Opsi tersebut meliputi penggunaan mandiri untuk screening berbasis AI, layanan sourcing dan screening yang dikelola tim TalentGO.AI, hingga layanan end-to-end termasuk headhunter premium. Dari sisi harga dan model bisnis, perusahaan ini menyatakan menyesuaikan diri dengan kebutuhan UKM.

Perusahaan dapat memilih layanan sesuai kebutuhan tanpa kewajiban berlangganan, sehingga diharapkan lebih fleksibel dan tidak memerlukan investasi besar pada sistem rekrutmen internal. “Dengan bantuan teknologi, pekerjaan manual dan repetitif dalam rekrutmen bisa dipersingkat dan dimudahkan. Namun, keputusan tetap ada pada manusia. Rekruter tetap menentukan kandidat terbaik yang layak dipanggil untuk tahap berikutnya, dan proses wawancara tetap dilakukan secara langsung untuk memastikan kecocokan kandidat,” ungkap Valencia.

Traksi Awal dan Akuntabilitas AI

Sejak peluncurannya, TalentGO.AI mencatat telah digunakan oleh lebih dari 50 perusahaan, mendukung lebih dari 130 posisi aktif, dan menjangkau lebih dari 30.000 kandidat dalam tiga bulan awal operasional. Perusahaan juga menyebut berhasil mempersingkat proses rekrutmen, mulai dari pencarian kandidat hingga tahap offering, menjadi hanya tiga hari untuk perusahaan di sektor teknologi, olahraga, ritel, manufaktur, agensi, makanan dan minuman (F&B), fashion, dan sektor lainnya.

Dari sisi akuntabilitas penggunaan AI, TalentGO.AI menyatakan sistemnya dirancang agar dapat ditinjau (reviewable). Berdasarkan 75 siklus rekrutmen, tingkat keselarasan penilaian AI dengan standar rekruter berada di kisaran 85 sampai 90 persen. Moderasi manual disebut biasanya diperlukan untuk sebagian kecil kandidat yang masuk daftar pendek (shortlist). Perusahaan juga menyiapkan mekanisme override dan kalibrasi berkala untuk meminimalkan risiko bias dalam proses seleksi. Keputusan akhir tetap berada di tangan rekruter.

“Melalui model yang kami tawarkan, TalentGO.AI memposisikan rekrutmen bukan lagi sebagai beban administratif yang panjang dan mahal, melainkan sebagai proses yang lebih ringkas sehingga perusahaan bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis utama,” tutur Valencia.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi TalentGO.AI yang dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026.

Advertisement