Sepak Bola

Performa Rafael Leao Soroti Dilema Taktis AC Milan: Pemain Terbaik atau Beban Strategi Tim?

Advertisement

Pemain sayap AC Milan, Rafael Leao, kembali menjadi sorotan setelah mencetak gol dalam kemenangan 2-0 atas Cremonese pada Minggu (1/3/2026). Performa impresifnya memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola, dengan Alessandro Florenzi menyebutnya sebagai pemain terbaik di Serie A, sementara Paolo Di Canio menyoroti dilema taktis yang ditimbulkan Leao bagi Rossoneri.

Rafael Leao: Pemain Terbaik Serie A di Mata Florenzi

Musim ini, Leao diandalkan sebagai penyerang tengah dalam sistem 3-5-2 Milan racikan Massimiliano Allegri, alih-alih bermain sebagai sayap kiri. Alessandro Florenzi, mantan bek Timnas Italia yang turut membawa Milan meraih scudetto pada 2021-2022, memberikan pandangannya.

Saya pikir pemain yang kuat harus mengambil tanggung jawab dan harus ditempatkan dengan baik di lapangan. Mereka harus bermain dengan cara tertentu untuk mengekspresikan permainan mereka. Saya tidak tahu apakah Milan memberikan cukup kepada Leao seperti yang diberikan Leao kepada Milan saat ini.

Florenzi melanjutkan, “Milan kini bermain dengan strategi serangan balik, yang sesuai untuknya, tetapi saya telah melihatnya bermain di tim yang lebih harmonis dalam hal gaya bermain, dan ia tampil menonjol. Bagi saya, ia tetap menjadi pemain terbaik di Serie A.” Leao sendiri telah mencetak sembilan gol dan memberikan dua assist dalam 20 penampilan di Serie A musim ini, meskipun sempat mengalami masalah kebugaran.

Dilema Taktis AC Milan Tanpa Rafael Leao

Merespons komentar Florenzi, Paolo Di Canio, yang pernah membela AC Milan, Lazio, dan West Ham, menyoroti sisi lain performa Leao yang memicu dilema bagi pelatih Allegri.

Advertisement

Ada dilema bagi Allegri karena Leao telah berperan penting dalam hanya enam pertandingan. Ketika Leao digantikan melawan Torino dan Pulisic dimasukkan, Milan berhasil melakukan comeback. Dalam enam pertandingan tanpa Leao, mereka mencetak 16 gol dan tidak kebobolan.

Di Canio menambahkan, “Secara taktis, ini adalah tim yang lebih solid, mungkin kurang tidak terduga, tetapi mereka kurang terpapar (serangan lawan) dan mencapai gawang dengan kekuatan dan teknik. Ini bukan hanya satu atau dua pertandingan, melainkan enam pertandingan. Ini tidak berarti Leao tidak perlu bermain. Tetapi apa yang harus dilakukan dengannya?”

Namun, data menunjukkan sedikit perbedaan dari yang dipaparkan Di Canio. Leao sebenarnya telah absen dalam tujuh pertandingan Serie A musim ini, bukan enam. Dalam periode tersebut, Rossoneri mencetak 15 gol dan kebobolan tiga.

Informasi mengenai analisis performa Rafael Leao dan dilema taktis AC Milan ini disampaikan melalui laporan Sky Sport Italia serta pernyataan Alessandro Florenzi dan Paolo Di Canio.

Advertisement