Islami

Peringatan Cuaca Ekstrem: Badai Debu dan Angin Kencang Landa Makkah-Madinah hingga Sabtu, NCM Arab Saudi Rilis Imbauan

Advertisement

National Center for Meteorology (NCM) Arab Saudi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi badai debu dan angin kencang yang diperkirakan melanda dua kota suci, Makkah dan Madinah, hingga Sabtu (28/2/2026). Fenomena cuaca ekstrem ini dipicu oleh pergerakan sistem tekanan rendah yang menyebabkan ketidakstabilan atmosfer di sebagian besar wilayah Kerajaan.

Wilayah Terdampak dan Potensi Bahaya

Laporan dari media regional Gulf News menyebutkan, badai debu tidak hanya mengganggu jarak pandang di darat, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan di perairan akibat gelombang tinggi dan hembusan angin intens. Selain Makkah dan Madinah, NCM memetakan sejumlah wilayah lain yang berpotensi terdampak signifikan, termasuk Tabuk, Al Jouf, Perbatasan Utara, Hail, serta area pesisir Laut Merah. Sistem cuaca ini juga diperkirakan meluas ke Qassim, Riyadh, Provinsi Timur, dan Najran.

Secara ilmiah, badai debu di wilayah gurun terjadi akibat kombinasi tekanan rendah, suhu permukaan tinggi, dan hembusan angin kencang yang mengangkat partikel pasir ke atmosfer. World Meteorological Organization (WMO) mencatat peningkatan frekuensi badai pasir di Timur Tengah akibat variabilitas iklim dan degradasi lahan.

Dampak pada Aktivitas Ibadah dan Kesehatan

Bagi kawasan barat yang menjadi pusat aktivitas ibadah dan ziarah, badai debu dapat menurunkan visibilitas secara drastis, bahkan hingga di bawah ambang aman untuk perjalanan darat. Angin kencang juga berpotensi mengganggu mobilitas jamaah, terutama di area terbuka sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, yang memiliki dinamika aktivitas ibadah hampir sepanjang waktu, terlebih menjelang Ramadan dan musim umrah.

Fenomena ini bukan hanya persoalan jarak pandang. Partikel debu halus (particulate matter) berpotensi berdampak pada kesehatan pernapasan, khususnya bagi lansia dan individu dengan riwayat asma.

Advertisement

Imbauan Kewaspadaan untuk Jamaah dan Pelayaran

Meskipun infrastruktur kota telah dirancang untuk menghadapi cuaca ekstrem, otoritas setempat mengimbau warga dan jamaah untuk meningkatkan kewaspadaan. NCM menyarankan beberapa langkah antisipasi:

  • Mengurangi aktivitas luar ruangan saat visibilitas menurun.
  • Menggunakan pelindung pernapasan jika diperlukan.
  • Memantau pembaruan resmi dari otoritas meteorologi.

Selain daratan, NCM juga menyoroti potensi peningkatan tinggi gelombang di Laut Merah dan Teluk Arab. Kapal-kapal kecil dan aktivitas pelayaran pesisir diminta untuk lebih berhati-hati guna menghindari risiko kecelakaan laut yang dipicu oleh gelombang tinggi dan angin kencang.

Informasi mengenai peringatan cuaca ekstrem ini disampaikan melalui pernyataan resmi National Center for Meteorology (NCM) Arab Saudi yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.

Advertisement