Balapan pembuka Moto3 musim 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, menyajikan drama intens hingga detik-detik terakhir. Pembalap asal Argentina, Valentin Perrone, sukses mengamankan podium ketiga setelah memenangkan duel sengit melawan deretan pembalap tangguh, termasuk talenta muda Indonesia, Veda Ega Pratama.
Perjuangan Sengit dari Posisi Belakang
Keberhasilan Valentin Perrone menembus posisi tiga besar diraih melalui perjuangan sengit melawan Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo, Adrian Fernandez, serta pembalap muda berbakat asal Indonesia dari Honda Team Asia, Veda Ega Pratama. Keempat pembalap tersebut saling sikut demi memperebutkan satu tempat tersisa di tangga podium hingga tikungan terakhir.
Pencapaian ini terasa istimewa bagi Perrone mengingat ia harus memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan. Pembalap tim Red Bull KTM Tech3 tersebut melakukan start dari urutan ke-14 atau baris kelima, hanya satu setrip di depan pembalap Malaysia, Hakim Danish. Meski memulai dari belakang, ia perlahan mampu melesat dan menembus rombongan depan.
Strategi Berani di Tikungan Terakhir
“Saya sedang berusaha sekuat tenaga dan balapan dengan gila-gilaan sejak start dari posisi ke-14,” kata Perrone, dilansir dari laman resmi KTM. “Saya melihat rombongan di depan mulai menjauh, dan saya berusaha sekuat tenaga, tapi persaingan untuk empat besar begitu cepat.”
Perrone menambahkan, “Saya sangat kuat dalam menyalip, dan di tikungan terakhir, saya menutup mata dan melaju sekencang-kencangnya! Saya sangat senang, dan juga untuk seluruh tim yang telah bekerja luar biasa.”
Perrone mengakui bahwa kecelakaan saat sesi kualifikasi sempat membuat strateginya menjadi rumit. “Secara keseluruhan, ini adalah akhir pekan yang sangat positif. Saya merasa kuat di atas motor sejak awal, tapi sayangnya kecelakaan di kualifikasi membuat saya harus start dari posisi yang lebih belakang dari yang kami layak dapatkan. Itu membuat balapan lebih rumit, tapi kami tetap fokus dan melakukan pemulihan yang hebat,” ucapnya.
Patahkan Perlawanan Veda Ega Pratama
Salah satu sorotan utama dalam balapan ini adalah duel antara Perrone dengan Veda Ega Pratama. Veda sebenarnya sempat menduduki posisi ketiga dalam beberapa putaran dan memberikan perlawanan yang sangat agresif. Namun, manuver berani Perrone di tikungan terakhir memaksa Veda harus puas finis di posisi kelima, meski tetap menyandang status sebagai pembalap debutan terbaik.
Pelajaran Berharga dari Awal Musim
Bagi Perrone, ini merupakan podium ketiganya sejak debut di kelas Moto3 pada musim 2025 lalu. Keberaniannya melakukan manuver di dalam tikungan terakhir menjadi kunci sukses yang membedakannya dengan kontestan lain di rombongan tersebut.
“Ini adalah pertarungan sengit untuk posisi terakhir di podium. Saya tahu ini akan sulit, jadi saya berusaha tetap tenang tapi juga mendorong saat diperlukan,” tegas Valentin Perrone. “Rombongan itu sangat agresif dengan banyak manuver menyalip, dan bahkan pembalap di belakang kami mengejar, jadi kami bertarung setiap lap. Saya fokus untuk tetap di posisi empat besar, dan di tikungan terakhir saya mencoba menyerang dari dalam dan hampir kehilangan kendali pada bagian depan, tapi itu terbayar.”
“Menutup balapan di posisi ketiga setelah pertarungan seperti itu terasa luar biasa. Kami belajar banyak dari balapan ini dan dari bertarung dengan pembalap-pembalap kuat sepanjang akhir pekan. Ini cara yang bagus untuk memulai musim, dan kami akan terus membangun dari sini,” pungkasnya.
Informasi lengkap mengenai jalannya balapan dan pernyataan pembalap disampaikan melalui laman resmi KTM yang dirilis pada Rabu, 04 Maret 2026.
