Persaingan gelar Super League 2025-2026 memasuki fase krusial dengan peta klasemen yang semakin rapat. Persib Bandung masih memimpin di puncak dengan 54 poin, meskipun hasil imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 sedikit membuka celah bagi para pesaingnya.
Di posisi kedua dan ketiga, Persija Jakarta dan Borneo FC Samarinda terus menjaga asa juara. Laga krusial antara kedua tim tersebut yang berlangsung di JIS pada Selasa (3/3) malam kemarin berpotensi mengubah komposisi papan atas Super League.
Analisis Pelatih Fabio Lefundes Mengenai Dinamika Kompetisi
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, memberikan pandangannya mengenai jalannya kompetisi musim ini. Menurutnya, Super League 2025-2026 terbagi dalam dua fase yang sangat berbeda.
“Dengan pengalaman saya di kompetisi sepak bola Indonesia, saya selalu membagi kompetisi ini, ada dua bagian, pertama putaran pertama dan putaran kedua yang sangat berbeda,” ujar pelatih asal Brasil itu.
Lefundes menjelaskan bahwa perubahan komposisi pemain di pertengahan musim menjadi faktor utama yang membuat persaingan semakin dinamis. Ia mencatat hanya sedikit tim yang mampu menjaga konsistensi di papan atas.
“Karena banyak tim berubah dengan beberapa pemain baru. Kalau dilihat lima laga di akhir musim berapa tim yang naik turun dan hanya ada dua tim yang konsisten di posisi tersebut salah satunya Borneo dan Persija,” imbuhnya.
Karakter Persib dan Munculnya Kekuatan Baru
Fabio Lefundes juga menyoroti karakter Persib yang dinilainya memiliki pola unik dalam menjaga performa. Meskipun memulai kompetisi dengan kurang stabil, Persib cenderung konsisten saat sudah berada di posisi teratas.
“Tapi kita tahu Persib memulai tradisi di awal kompetisi kurang stabil dan kurang konsisten tapi kalau sudah berada di posisi di atas sudah mulai konsisten. Jadi kita semua harus hati-hati,” tutur Lefundes.
Selain itu, Lefundes melihat munculnya kekuatan baru yang meramaikan papan atas pada paruh kedua musim. Saat ini, Malut United menempati posisi keempat dengan 41 poin, diikuti Persebaya Surabaya di peringkat kelima dengan 39 poin.
Tangga keenam ditempati Persita Tangerang dan Bhayangkara FC satu strip di bawahnya, keduanya mengoleksi 38 poin. “Tapi sudah dilihat apa yang terjadi di putaran kedua ini, Bhayangkara sudah mulai masuk bersaing dengan papan atas lalu Persebaya dan beberapa tim yang turun,” sambungnya.
Situasi ini membuat setiap pertandingan di setiap pekannya memiliki bobot besar. Satu hasil minor saja dapat menggeser posisi tim di klasemen secara signifikan.
Sisa Laga Jadi Penentu Gelar Juara
Bagi Borneo FC, kunci utama untuk bersaing di papan atas adalah menjaga ritme dan fokus hingga akhir musim. Fabio Lefundes menegaskan timnya tidak boleh kehilangan konsentrasi, terutama karena masih akan berhadapan dengan rival terdekat.
“Kami masih ada beberapa pertandingan dan harus konsisten karena kami masih akan menghadapi tim-tim yang bersaing. Misalnya Persija, Persebaya, Persib Bandung. Kami harus tetap konsisten,” ujar mantan pelatih Madura United tersebut.
Lefundes menambahkan bahwa timnya akan fokus pada setiap pertandingan untuk meraih poin maksimal. “Tapi kami pikir per pertandingan dengan permainan bagus dan dapat poin,” pungkasnya.
Informasi lengkap mengenai dinamika persaingan Super League 2025-2026 ini disampaikan melalui pernyataan resmi dari pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes.
