Sepak Bola

Pesepakbola Wanita Asia Ungkap Tuntutan Kesetaraan Hadiah Piala Asia 2026 kepada AFC

Advertisement

Para pesepakbola wanita di Asia secara tegas meminta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menyamakan hadiah uang pada Piala Asia Wanita 2026. Tuntutan ini muncul menyusul kesenjangan hadiah yang signifikan antara turnamen wanita dan pria.

Federasi Internasional Pemain Sepak Bola Profesional (FIFPro) merilis laporan pada Jumat, 13 Februari 2026, yang merinci surat tuntutan yang telah dikirimkan kepada AFC pada Desember 2025. Surat tersebut ditandatangani oleh pemain dari berbagai negara yang akan berkompetisi, termasuk Australia, China, India, Jepang, Filipina, Korea Selatan, dan Taiwan.

Tuntutan Utama Para Pemain

Dalam suratnya, para pemain mendesak AFC dengan empat proposal utama untuk meningkatkan profesionalisme dan kesetaraan dalam sepak bola wanita di Asia:

  • Menuntut aturan dan ketentuan Piala Asia Wanita yang setara dengan edisi pria.
  • Menyerukan kesetaraan hadiah uang.
  • Meminta pembayaran yang terjamin, setidaknya 30% ditransfer langsung ke rekening pemain.
  • Meminta program komprehensif yang mampu mendorong profesionalisme sepak bola wanita di Asia.

Kesenjangan Hadiah yang Mencolok

FIFPro menyoroti bahwa total hadiah untuk Piala Asia Wanita 2026 yang ditawarkan AFC adalah USD 1,8 juta atau setara Rp 30 miliar. Nilai ini tidak mengalami perubahan sejak edisi 2022 dan hanya dialokasikan untuk tim teratas.

“Total hadiah Piala Asia Wanita AFC 2026 saat ini hanya mewakili 12% dari total hadiah untuk tim putra dan merupakan yang terendah di antara turnamen kontinental yang sebanding,” ungkap FIFPro dalam laporannya.

Perbandingan dengan kompetisi kontinental lainnya menunjukkan perbedaan yang kontras:

Advertisement

  • Kejuaraan Eropa Wanita 2025 menawarkan total hadiah hingga USD 7,2 juta.
  • Piala Afrika Wanita 2024 sebesar USD 3,475 juta.
  • Piala Emas Wanita CONCACAF 2024 senilai USD 3,7 juta.
  • Copa América Wanita 2025 menyediakan USD 2 juta.

Suara Pemain dan Dukungan Global

AFC belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan dan tuntutan ini. Namun, para pemain terus menyuarakan aspirasi mereka.

“Kami mengabdikan segalanya untuk negara kami, tidak berbeda dengan para pemain pria. Uang hadiah yang setara dan kondisi yang setara bukan hanya hak, tetapi juga menunjukkan bahwa pemain wanita menerima rasa hormat yang setara,” kata Ashalata Devi, pemain asal India.

Dukungan terhadap kesetaraan ini juga datang dari pemain-pemain top lainnya seperti Alanna Kennedy dari Australia, Lee Hsiu-Chin dari Taiwan, hingga gelandang Manchester City dari Jepang, Yui Hasegawa.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga tengah memperjuangkan kesetaraan gaji yang menjadi isu kompleks di Piala Dunia. “Wanita pantas mendapatkan jauh lebih banyak dari itu dan kami ada di sana untuk memperjuangkan mereka dan bersama mereka,” ujar Infantino, seperti dikutip dari Daily Mail. FIFA menargetkan penyamaan hadiah uang Piala Dunia edisi 2026 dan 2027, meskipun perluasan turnamen putra dari 32 menjadi 48 tim memicu tantangan keuangan baru.

Informasi lengkap mengenai tuntutan ini disampaikan melalui laporan resmi FIFPro yang dirilis pada 13 Februari 2026, berdasarkan surat yang dikirimkan pada Desember 2025.

Advertisement