Olahraga

Piala Dunia 2026 Dibayangi Isu Imigrasi, Janji FIFA Disorot

Jelang pembukaan Piala Dunia 2026, isu masuknya peserta, ofisial, dan pendukung ke Amerika Serikat justru mencuat lebih kuat ketimbang atmosfer turnamen. Sorotan terbesar datang dari penolakan masuk wasit Somalia Omar Abdulkadir Artan, meski ia disebut memegang dokumen resmi saat mendarat di Miami.

FIFA kemudian mengonfirmasi Artan batal bertugas di Piala Dunia 2026. Kasus itu memicu kritik karena bertolak belakang dengan pernyataan Presiden FIFA Gianni Infantino pada Agustus 2025 yang menyebut semua orang akan disambut di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Deretan persoalan masuk ke Amerika Serikat

Omar Abdulkadir Artan, yang disebut sebagai wasit terbaik Afrika tahun lalu, ditolak masuk ke Amerika Serikat setelah tiba di Miami. Peristiwa ini menjadi salah satu kabar miring yang muncul menjelang Piala Dunia 2026.

Masalah serupa juga dialami pihak lain. Penyerang Irak Aymen Hussein sempat ditahan dan diinterogasi selama tujuh jam di bandara Chicago sebelum akhirnya diizinkan masuk.

Sementara itu, fotografer tim Irak Talal Salah ditolak masuk setelah diinterogasi lebih dari 10 jam. Telepon genggamnya juga digeledah dalam proses tersebut.

Penyerang timnas Swiss Breel Embolo juga mengalami kendala masuk ke Amerika Serikat. Keberangkatannya harus tertunda karena diduga otoritas AS mempersoalkan kasus hukumnya pada 2023.

Dampak bagi suporter dan tim peserta

Tantangan tidak hanya dialami pemain dan ofisial. Dua keluarga pendukung Skotlandia dilaporkan kehilangan ESTA, sehingga diperkirakan tidak bisa menonton langsung pertandingan.

Iran disebut menjadi pihak yang paling dirugikan dalam rangkaian persoalan ini. Setidaknya 15 ofisial dan staf timnas Iran ditolak pengajuan visanya.

Akibat situasi itu, timnas Iran terpaksa memindahkan markas ke Tijuana, Meksiko. Mereka kemudian akan terbang masuk dan keluar Amerika Serikat untuk menjalani pertandingan fase grup.

Federasi Sepakbola Iran juga mengumumkan jatah tiket untuk pendukung mereka dicabut. Padahal, setiap negara peserta seharusnya mendapat alokasi tiket 8 persen dari FIFA untuk didistribusikan kepada para penggemar masing-masing.

Janji Gianni Infantino pada 2025

Rangkaian kabar tersebut berlawanan dengan pernyataan Gianni Infantino pada Agustus 2025. Dalam pernyataan yang dimuat di situs FIFA, ia menegaskan seluruh pihak akan disambut pada Piala Dunia 2026.

“Rasanya penting untuk mengklarifikasi. Ada banyak miskonsepsi di luar sana. Semua orang akan disambut di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat untuk Piala Dunia tahun depan. Kami mengupayakan itu,” ungkap Infantino pada Agustus tahun lalu dan dimuat di situs FIFA.

Infantino juga menyinggung pengalaman penyelenggaraan turnamen lain di Amerika Serikat sebagai acuan. Menurut dia, proses visa dan kedatangan semestinya dapat berjalan lancar bagi tim dan pendukung.

“Di Piala Dunia Antarklub tahun ini, ada para penggemar (datang ke AS) dari 164 negara berbeda tanpa, tentu saja, masalah. Pastinya ada proses yang harus dilalui untuk mendapatkan visa dan lainnya. Proses ini akan mulus, ini akan memastikan bahwa tim-tim yang lolos akan bisa datang dengan para penggemar mereka.”

Namun, menjelang Piala Dunia 2026, kasus penolakan masuk terhadap wasit, pemain, ofisial, staf tim, dan suporter justru memperlihatkan situasi yang berbeda. FIFA juga telah mengonfirmasi Omar Abdulkadir Artan batal bertugas di turnamen tersebut.