Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) menyatakan jatah tiket resmi untuk pendukung mereka di Piala Dunia 2026 telah dicabut, kurang dari tiga hari sebelum turnamen dimulai pada Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. Situasi ini muncul saat Iran bersiap tampil di tengah persoalan logistik dan hubungan yang memburuk dengan Amerika Serikat.
Piala Dunia 2026 akan dibuka dengan laga Meksiko melawan Afrika Selatan. Di saat persiapan turnamen memasuki fase akhir, Iran mengaku tidak bisa menyalurkan tiket kepada fans mereka meski setiap federasi peserta semestinya memperoleh alokasi resmi dari FIFA.
Jatah tiket resmi untuk federasi peserta
Sesuai aturan FIFA, setiap federasi yang tampil di Piala Dunia mendapat jatah 8 persen tiket untuk masing-masing pertandingan. Alokasi itu diberikan agar federasi bisa mendistribusikannya kepada para pendukung mereka.
Iran seharusnya sudah mulai membuka penjualan tiket tersebut. Namun, FFIRI menyebut pencabutan alokasi itu membuat para penggemar Team Melli tidak bisa memperoleh tiket melalui jalur resmi federasi.
Pernyataan Federasi Sepakbola Iran
“Mencabut akses para pendukung Iran ke alokasi tiket yang sah dan resmi adalah tindakan yang bertentangan dengan semangat untuk mengatur kompetisi internasional dan prinsip kesetaraan di antara negara-negara peserta,” ungkap FFIRI.
“Perkembangan situasi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang campur tangan nonolahraga dan pertimbangan politik dalam penyelenggaraan acara sepak bola terbesar di dunia.”
Konteks menjelang Piala Dunia 2026
Masalah tiket ini menambah rangkaian kendala yang dihadapi Iran menuju Piala Dunia 2026. Situasi tersebut dipicu serangan militer Amerika Serikat, yang kemudian memperburuk hubungan dan sempat memunculkan keraguan soal keikutsertaan Iran di turnamen tersebut.
Dalam proses persiapan, Iran juga harus memindahkan markas dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko. Timnas Iran nantinya harus terbang keluar-masuk Amerika Serikat pada hari pertandingan.
Masalah visa dan dampaknya bagi suporter
Belum lama ini, Iran juga menyebut Amerika Serikat menolak visa untuk sejumlah staf tim. Kondisi serupa diperkirakan akan dihadapi para pendukung Team Melli yang berencana terbang ke AS untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.
Dengan pencabutan jatah tiket resmi dan persoalan perjalanan yang masih membayangi, isu akses suporter Iran menjadi salah satu sorotan menjelang kick-off Piala Dunia 2026.
