Timnas Mesir menyadari tantangan yang akan dihadapi pada Piala Dunia 2026 setelah kembali ke turnamen itu untuk pertama kalinya dalam 28 tahun. Mesir menjadi salah satu dari 48 peserta yang akan tampil di ajang yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni-19 Juli 2026.
Di fase grup, Mesir tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Iran. Persaingan di grup ini akan menentukan peluang Mesir untuk melaju ke babak gugur.
Mesir akui masih kurang pengalaman
Kiper Mesir Mohamed El Shenawy mengakui timnya masih memiliki keterbatasan pengalaman untuk bersaing di Piala Dunia. Meski demikian, ia menilai skuad Mesir telah mendapat bekal penting dari laga-laga melawan tim internasional besar.
“Kami kekurangan pengalaman. Kami belum pernah lolos ke Piala Dunia selama 28 tahun, dan ini adalah pertama kalinya tim berkompetisi di level tersebut, jadi wajar saja jika kami kekurangan pengalaman. Namun, kami telah memperoleh banyak sekali pengalaman sejak turnamen itu dengan memainkan pertandingan-pertandingan melawan tim-tim internasional besar,” kata El Shenawy seperti dikabarkan oleh situs FIFA.
Target Mesir di Piala Dunia 2026
El Shenawy menegaskan Mesir tetap memasang ambisi untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Namun, ia menilai target paling krusial saat ini adalah memastikan tiket ke fase gugur.
“Hari ini, gambarannya jauh lebih jelas bagi kami, dan kami dapat mencapai sesuatu yang spesial di Piala Dunia mendatang. Tentu saja, kami harus menetapkan tujuan dan ambisi kami untuk mencapai fase-fase akhir turnamen. Saat ini, hal yang paling krusial adalah kami harus lolos ke babak gugur,” kata dia menambahkan.
Catatan Mesir di Piala Dunia
Bagi Mesir, tampil di Piala Dunia 2026 menjadi momen penting karena mereka akhirnya kembali ke panggung sepak bola dunia setelah absen selama 28 tahun. Turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi tim berjuluk The Pharaohs untuk memperbaiki catatan mereka di level tertinggi.
Pencapaian terbaik Mesir di Piala Dunia sejauh ini adalah menembus babak 16 besar pada edisi 1934 di Italia. Rekam jejak itu menjadi salah satu acuan saat mereka bersaing di Grup G melawan Belgia, Selandia Baru, dan Iran.
