Wasit asal Somalia, Omar Artan, ditolak masuk ke Amerika Serikat pada Senin (8/6/2026) saat tiba di Bandara Internasional Miami, padahal ia memiliki visa yang sah untuk bertugas di Piala Dunia 2026. Menukil France 24, Artan kemudian dideportasi ke Istanbul setelah otoritas AS menolak kehadirannya tanpa alasan yang jelas.
Artan berangkat dari Kenya, transit di Turki, lalu menuju Miami. Keberangkatannya difasilitasi Kedutaan Besar Somalia di Kenya yang menjamin paspor diplomatik guna membantunya menghadapi persoalan visa.
Penolakan Terjadi Meski Visa Sah
Menurut laporan France 24, penolakan masuk terhadap Omar Artan terjadi meski ia telah mengantongi dokumen perjalanan yang sah untuk berada di Amerika Serikat. Situasi itu membuat Artan terancam gagal menjalankan tugasnya di ajang Piala Dunia 2026.
Penolakan tersebut disinyalir berkaitan dengan status Artan sebagai warga negara Somalia. Somalia masuk dalam daftar larangan perjalanan yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Wasit Somalia Pertama di Piala Dunia
Omar Artan merupakan salah satu wasit Afrika yang ditunjuk untuk Piala Dunia 2026. Pria berusia 34 tahun itu tercatat sebagai wasit pertama dari Somalia yang memimpin pertandingan Piala Dunia.
Artan memiliki rekam jejak yang menonjol di level internasional. Sejak menjadi wasit FIFA pada 2018, ia telah memimpin sejumlah laga besar, termasuk final Piala Afrika 2023 di Aljazair.
Prestasi dan Pujian dari Presiden Somalia
Pada 2025, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menobatkan Artan sebagai wasit pria terbaik. Penghargaan itu menegaskan posisinya sebagai salah satu pengadil lapangan paling menonjol dari kawasan Afrika.
“Saya memuji upaya, profesionalisme, dan integritas yang ditunjukkan oleh wasit Omar, karena ia telah menjadi simbol inspirasi bagi generasi baru warga Somalia,” kata Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, dikutip dari France 24.
Hingga laporan ini dimuat, tidak ada penjelasan resmi yang diungkap mengenai alasan penolakan Omar Artan di Amerika Serikat. Kasus ini terjadi menjelang keterlibatannya sebagai salah satu perangkat pertandingan di Piala Dunia 2026.
