Finansial

PMI Perkuat Peran Sampoerna di Indonesia, Investasi Triliunan Rupiah Dorong Ekonomi Nasional

Advertisement

Philip Morris International (PMI) memandang Indonesia sebagai pasar dan basis operasi strategis. PMI menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk memperkuat posisi PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) sebagai bagian integral dari strategi global perusahaan. Penegasan ini disampaikan di tengah dinamika industri tembakau nasional dan ekonomi regional pada Kamis, 26 Februari 2026.

Komitmen Jangka Panjang PMI di Indonesia

Sampoerna bukan sekadar afiliasi bisnis di Indonesia bagi PMI, melainkan memiliki peran besar dalam mendorong inovasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta menjaga kinerja bisnis yang menopang langkah PMI secara regional dan global. President East South East Asia Pacific and Global Travel Retail PMI, Vassilis Gkatzelis, menyatakan bahwa kehadiran Sampoerna memperkuat rantai pasok regional dan berkontribusi signifikan terhadap daya saing PMI di tingkat global. Peran ini semakin relevan mengingat kontribusi besar Sampoerna dalam industri tembakau nasional.

Vassilis menilai, Sampoerna memiliki rekam jejak bisnis yang kuat dan konsisten menjalankan investasi berkelanjutan. Investasi tersebut tidak hanya memperkuat fondasi bisnis, tetapi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja serta hilirisasi produk tembakau. Dengan fondasi ini, Sampoerna kini berperan sebagai pusat ekspor PMI untuk lebih dari 30 negara di Asia Pasifik, mencakup produk rokok dan produk tembakau bebas asap yang terus dikembangkan seiring arah transformasi bisnis PMI.

“PMI memandang Sampoerna sebagai pilar penting dalam transformasi perusahaan dan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Upaya ini memadukan skala bisnis, inovasi, dan kontribusi sosial untuk mewujudkan kemajuan usaha yang berkelanjutan,” ujar Vassilis dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (25/2/2026).

Investasi Strategis PMI di Tanah Air

Pada sisi investasi, Vassilis menjelaskan bahwa sejak 2008, PMI telah menginvestasikan sebesar 6,4 miliar dollar AS di Indonesia. Investasi ini menjadi bukti bahwa Indonesia ditempatkan sebagai basis jangka panjang dalam peta operasi PMI. Dari total tersebut, PMI menanamkan 330 juta dollar AS atau setara Rp 5,3 triliun untuk membangun fasilitas produksi produk tembakau bebas asap di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Fasilitas di Karawang ini merupakan yang ketujuh di dunia dan pertama di Asia Tenggara. Lokasi tersebut juga dilengkapi dengan Laboratorium Pengujian dan Analisis (Advanced Lab) berstandar global.

“Fasilitas ini merupakan satu-satunya laboratorium canggih PMI di seluruh Asia dan didukung oleh sekitar 200 tenaga ahli Indonesia yang berkualifikasi tinggi,” kata pria yang menjabat sebagai Presiden Direktur Sampoerna pada 2022–2024 tersebut.

Jejak Rantai Nilai dan Dampak Ekonomi Sampoerna

Vassilis juga menyoroti usia Sampoerna yang kini memasuki 113 tahun. Usia panjang ini merepresentasikan warisan industri tembakau Indonesia sekaligus menunjukkan kemampuan perusahaan untuk terus menciptakan nilai tambah di seluruh rantai nilai. Sampoerna telah menyerap lebih dari 90.000 tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Serapan tenaga kerja ini didukung oleh 9 fasilitas produksi yang dikelola langsung serta 43 Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang dimiliki dan dioperasikan oleh koperasi dan pengusaha daerah.

Di sisi hulu, Sampoerna bermitra dengan lebih dari 19.500 petani tembakau dan cengkih di Indonesia. Kemitraan ini merupakan bagian dari rantai pasok yang menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku dan perputaran ekonomi di daerah. Untuk pengembangan produk tembakau bebas asap, Sampoerna juga bekerja sama dengan lebih dari 600 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di 20 kota. Kemitraan ini didukung jaringan Sampoerna Retail Community (SRC) di seluruh Indonesia. Menurut Vassilis, kemitraan tersebut telah menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja baru serta memperluas pemahaman konsumen dewasa terhadap produk tembakau bebas asap.

Kontribusi ekonomi Sampoerna juga tecermin dalam riset Litbang Kompas (2025). Riset ini mencatat bahwa jejak ekonomi dan aktivitas bisnis Sampoerna memberikan dampak ekonomi tahunan sebesar Rp 204,1 triliun, setara sekitar 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Efek ini juga terlihat dalam rasio multiplier 1,7 kali lipat, yang berarti setiap Rp 1.000 yang dihasilkan dari aktivitas bisnis Sampoerna mampu menggerakkan nilai ekonomi hingga Rp 1.700. Angka tersebut menegaskan bahwa operasi perusahaan memberi efek berantai melalui produksi, distribusi, kemitraan, maupun aktivitas ekonomi lain yang terkait.

Advertisement

Dorong Kemandirian Ekonomi Rakyat Melalui Program Berkelanjutan

Di luar sektor manufaktur, Sampoerna aktif mendukung kemandirian ekonomi rakyat sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, terutama melalui pengembangan sektor UMKM. Upaya ini dijalankan melalui SRC dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Kedua program ini berada di bawah payung Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia.

Saat ini, SRC menaungi lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia. Sementara itu, SETC telah menjangkau lebih dari 97.000 peserta dan membina sekitar 1.600 UMKM. Bagi Sampoerna, program-program tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi di banyak daerah.

Talenta Indonesia Dukung Operasi Global PMI

Pada bidang pengembangan SDM, Vassilis menekankan bahwa Sampoerna berperan penting dalam menghasilkan talenta berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Talenta asal Indonesia kini mendukung operasional PMI di 39 negara. Sampoerna, imbuhnya, turut memasok tenaga profesional di sejumlah bidang strategis.

“Sampoerna menyediakan tenaga profesional berkualitas di bidang teknologi informasi, keuangan, SDM, dan rantai pasok. Capaian ini memposisikan Indonesia sebagai pusat kapabilitas regional sekaligus mengangkat talenta lokal di panggung global,” katanya.

Ia menambahkan, sekitar 70 karyawan Sampoerna saat ini bertugas di luar negeri dalam berbagai fungsi strategis dan posisi kepemimpinan. Perkembangan tersebut menunjukkan komitmen PMI dan Sampoerna dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu menghadapi dinamika bisnis internasional.

Apresiasi Pemerintah dan Filosofi Tiga Tangan

Vassilis turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas dukungan terhadap keberlanjutan industri. Ia juga menyinggung pentingnya stabilitas ekonomi dan penindakan tegas terhadap rokok ilegal. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menciptakan persaingan yang adil bagi industri legal serta mendukung komitmen jangka panjang PMI dan Sampoerna dalam berkontribusi bagi perekonomian nasional.

“Semua inisiatif Sampoerna berlandaskan pada Filosofi Tiga Tangan yang memastikan manfaat bagi konsumen dewasa, karyawan, mitra usaha, dan pemegang saham, serta masyarakat luas demi menciptakan kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Informasi lengkap mengenai komitmen dan kontribusi PMI serta Sampoerna ini disampaikan melalui pernyataan resmi Philip Morris International yang dirilis pada Rabu (25/2/2026).

Advertisement