Mengisi lembar Pelaksanaan Kinerja di Platform Merdeka Mengajar (PMM) bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan bagian krusial dari proses refleksi profesional guru. Salah satu pertanyaan penting yang harus dijawab adalah mengenai langkah konkret yang akan dilakukan untuk mempelajari target perilaku yang telah dipilih. Pertanyaan ini menjadi acuan utama dalam tahap Observasi PMM, di mana guru bersama kepala sekolah menjadwalkan dan menindaklanjuti praktik kinerja di kelas.
Pentingnya Refleksi Profesional Guru di PMM
Target perilaku yang dipilih mencerminkan sikap dan kebiasaan profesional yang ingin dikembangkan secara berkelanjutan oleh para pendidik. Jawaban yang disusun oleh guru perlu menunjukkan kesadaran diri, rencana yang jelas, serta komitmen untuk melakukan perbaikan nyata dalam proses pembelajaran. Bagian ini dinilai krusial dalam penilaian kinerja karena menjadi dasar untuk melihat sejauh mana guru siap berkembang dan meningkatkan kualitas pengajaran.
Beragam Strategi Konkret untuk Mempelajari Target Perilaku
Untuk memastikan target perilaku tidak hanya dipahami secara konsep, tetapi juga dilatih hingga menjadi kebiasaan profesional, guru dapat menerapkan berbagai strategi. Pendekatan ini dimulai dengan menelaah kembali indikator perilaku yang telah dipilih dalam hasil observasi praktik kinerja, memahami maknanya secara spesifik, dan mengaitkannya dengan situasi nyata di kelas.
Selanjutnya, penerapan perilaku tersebut dapat dilakukan secara sadar dalam setiap pembelajaran, khususnya pada momen yang menjadi tantangan. Refleksi rutin kemudian menjadi kunci untuk menilai konsistensi penerapan dan dampaknya terhadap keterlibatan serta respons siswa di kelas.
Beberapa guru memilih untuk mengevaluasi kebiasaan mengajar yang selama ini dilakukan, mengidentifikasi perilaku yang sudah sesuai dan yang masih perlu diperbaiki. Dari evaluasi ini, satu fokus perilaku dapat ditetapkan untuk dilatih secara konsisten dalam beberapa pertemuan pembelajaran, diikuti dengan evaluasi berkala untuk melihat perkembangan dan kendala yang muncul.
Pendekatan lain melibatkan praktik bertahap, dimulai dari satu tindakan kecil yang realistis dan bisa diterapkan secara konsisten. Setiap akhir pekan, guru dapat merefleksikan perkembangan penerapan perilaku tersebut dan menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa.
Diskusi dengan rekan sejawat atau kepala sekolah juga menjadi upaya efektif untuk memahami contoh konkret penerapan target perilaku. Mengamati praktik baik guru lain sebagai referensi dapat membantu memilih strategi yang paling sesuai dengan karakter kelas masing-masing.
Penting juga untuk memperhatikan dampak target perilaku terhadap respons siswa. Dengan mengamati apakah suasana kelas menjadi lebih kondusif dan siswa lebih terlibat, guru dapat menilai efektivitas penerapan perilaku dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Integrasi target perilaku ke dalam rencana pengembangan diri, dengan menetapkan target waktu tertentu untuk melihat perubahan, misalnya dalam satu bulan pembelajaran, dapat meningkatkan komitmen. Selama periode tersebut, guru berkomitmen menerapkannya secara sadar dan mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas interaksi dan pembelajaran.
Menganalisis situasi kelas yang selama ini menjadi tantangan dalam penerapan perilaku profesional juga merupakan strategi. Mengidentifikasi momen-momen tertentu, seperti saat memberi instruksi atau menanggapi siswa, membantu melihat apakah target perilaku sudah muncul secara konsisten, kemudian menentukan langkah konkret untuk perbaikan.
Terakhir, membuat catatan perkembangan setiap selesai mengajar, berisi situasi yang berhasil ditangani dan bagian yang perlu ditingkatkan, dapat memonitor perubahan secara lebih objektif. Dokumentasi ini memastikan bahwa target perilaku benar-benar berkembang, bukan sekadar direncanakan, dan dapat diintegrasikan secara eksplisit ke dalam RPP atau modul ajar.
