Presiden Prabowo Subianto memaparkan strategi digitalisasi pendidikan Indonesia melalui penggunaan papan interaktif digital dalam forum bisnis US Chamber of Commerce di Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) sore waktu setempat. Program ini dirancang untuk memastikan pemerataan akses teknologi bagi siswa di seluruh penjuru negeri, termasuk wilayah terpencil.
Capaian Distribusi dan Target 2029
Hingga akhir Desember 2025, pemerintah tercatat telah mendistribusikan lebih dari 288.000 unit papan interaktif ke berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Saat ini, rata-rata setiap sekolah telah memiliki satu unit layar yang ditempatkan di salah satu ruang kelas sebagai tahap awal transformasi digital.
Presiden Prabowo berencana menambah tiga layar lagi di setiap sekolah guna memperluas jangkauan pembelajaran berbasis teknologi. Ia menargetkan seluruh ruang kelas di sekolah-sekolah Indonesia akan dilengkapi dengan fasilitas papan interaktif tersebut sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.
Integrasi Kurikulum dan Pembelajaran Jarak Jauh
Seluruh materi kurikulum nasional kini telah terintegrasi secara digital dan dapat diakses kapan saja melalui papan interaktif tersebut. Sistem ini juga memungkinkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh untuk mengatasi kendala kekurangan tenaga pengajar, terutama di wilayah kepulauan dan pegunungan.
Untuk mendukung mekanisme tersebut, pemerintah telah menyiapkan studio pusat yang diisi oleh guru-guru terbaik untuk mengajar secara daring ke berbagai daerah. “Kami memiliki studio pusat berisi guru-guru terbaik Indonesia yang mengajar melalui sistem jarak jauh. Inilah yang kami sebut digitalisasi pendidikan Indonesia, dan kami sangat serius menjalankannya,” jelas Prabowo sebagaimana dikutip dari Antara.
Pemantauan Real-Time dan Dampak Sosial
Pemanfaatan teknologi ini memungkinkan pemerintah memantau proses belajar secara real-time dari pusat, mulai dari aktivitas kelas, kehadiran guru, hingga dinamika pembelajaran. Prabowo mengungkapkan bahwa program ini mendapat respons yang sangat positif dari siswa, orang tua, hingga tenaga pendidik.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga berbagi cerita mengenai pesan yang diterimanya dari seorang kepala sekolah di daerah terpencil di Papua. “Sangat mengharukan ketika saya menerima pesan dari kepala sekolah di daerah terpencil di Papua yang mengatakan bahwa untuk pertama kalinya mereka merasakan perhatian seperti ini,” ungkapnya.
Informasi lengkap mengenai transformasi digital pendidikan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Amerika Serikat pada Februari 2026.
