Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi memaparkan skema kurikulum yang akan diterapkan pada SMA Unggul Garuda mulai Juni 2026. Sekolah berasrama ini dirancang khusus untuk siswa berprestasi dengan keterbatasan ekonomi, dengan fokus utama pada penguatan bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Empat Pilar Kurikulum SMA Unggul Garuda
Direktur Jenderal (Dirjen) Saintek Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan bahwa institusi pendidikan ini akan mengadopsi empat pilar kurikulum utama untuk mencetak talenta berkualitas. Keempat pilar tersebut mencakup kurikulum nasional, penguatan karakter, kurikulum STEM, serta kurikulum internasional atau global.
“Ini di antaranya adalah untuk memperkuat talenta-talenta kita di dalam bidang STEM itu untuk kemudian nanti mendapatkan pendidikan yang baik dan melanjutkan ke perguruan tinggi yang baik,” ujar Najib dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Secara teknis, komponen internasional yang digunakan adalah International Baccalaureate Diploma Programme (IB-DP). Selain itu, terdapat kurikulum pengayaan global yang mewajibkan proses pembelajaran dilakukan menggunakan bahasa Inggris.
Detail Teknis dan Penguatan Jam Pelajaran STEM
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini, menambahkan bahwa durasi mata pelajaran terkait STEM akan mendapatkan porsi lebih banyak dibandingkan sekolah reguler. Sebagai contoh, mata pelajaran matematika atau fisika yang biasanya diajarkan 4 hingga 6 jam per minggu dapat ditambah durasinya untuk mencapai target penguatan kompetensi.
Setiap sekolah pada angkatan pertama akan menerima total 160 murid yang terbagi ke dalam delapan kelas. Dengan demikian, setiap kelas hanya akan berisi 20 siswa guna memastikan efektivitas pembelajaran. Dari sisi sumber daya manusia, setiap sekolah akan dikelola oleh:
- 1 orang Kepala Sekolah
- 4 orang Wakil Kepala Sekolah
- 24 orang Guru
- 23 orang Tenaga Kependidikan (Tendik)
Proses Seleksi dan Pendaftaran PPDB
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda telah dibuka sejak 5 Februari dan dijadwalkan berakhir pada 28 Februari 2026. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.227 calon murid telah mendaftarkan diri melalui sistem resmi.
Findyartini menekankan pentingnya proses seleksi yang ketat untuk memastikan calon siswa mampu mengikuti ritme pembelajaran yang intensif. Hal ini bertujuan agar seluruh siswa yang diterima benar-benar memiliki kapasitas akademik yang mumpuni sesuai standar sekolah unggulan tersebut.
Informasi lengkap mengenai kurikulum dan teknis pendaftaran ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kemdiktisaintek dalam sosialisasi program SMA Unggul Garuda pada Februari 2026.
