Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menunjuk Provinsi Jawa Barat sebagai proyek percontohan nasional untuk mengakselerasi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kepelatihan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kapasitas pelatih sepak bola secara terstruktur dan masif di seluruh daerah.
Program ambisius ini berhasil mengumpulkan 2.500 pelatih yang akan mengikuti kursus lisensi D secara serempak di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat pada awal Mei 2026. Dengan jumlah peserta yang masif, proyek percontohan ini berpotensi mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Visi PSSI untuk Pengembangan Sepak Bola Akar Rumput
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan fondasi krusial bagi masa depan sepak bola Indonesia. “Kami ingin membangun sepak bola berkualitas dari akar rumput,” ujar Erick Thohir.
Ia juga berharap PSSI di provinsi lain dapat segera mengikuti langkah serupa. Hal ini penting guna memastikan standar kepelatihan yang mumpuni di seluruh pelosok daerah.
Antusiasme Pendaftar dan Dukungan Pemerintah Daerah
Dalam kurun waktu satu minggu setelah pengumuman pada rapat anggota PSSI Jawa Barat, program ini telah mencatat 1.260 pendaftar resmi. Para pendaftar berasal dari 16 wilayah tahap awal yang menunjukkan respons positif dari komunitas sepak bola.
Berikut adalah rincian pendaftar sementara dari beberapa wilayah:
| Wilayah | Jumlah Pendaftar |
|---|---|
| Kabupaten Tasikmalaya | 120 |
| Kota Bandung | 120 |
| Kota Cimahi | 90 |
| Kabupaten Bandung Barat | 60 |
| Kabupaten Sukabumi | 90 |
| Kabupaten Subang | 90 |
| Kabupaten Sumedang | 90 |
| Kabupaten Majalengka | 90 |
| Kota Tasikmalaya | 60 |
| Kabupaten Karawang | 60 |
| Kabupaten Bekasi | 60 |
| Kabupaten Bogor | 60 |
| Kota Depok | 90 |
| Kota Cirebon | 60 |
| Kota Cianjur | 60 |
Pendaftaran untuk program ini masih dibuka hingga kuota terpenuhi atau selambat-lambatnya pada 31 Maret 2026.
Antusiasme tinggi dari para peserta mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya mutu kepelatihan. Situasi ini disambut baik oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di tingkat kabupaten/kota, yang memberikan dukungan penuh dengan menyediakan fasilitas lapangan dan ruang kelas secara gratis.
Peserta kursus akan menerima kurikulum resmi dari PSSI serta perlengkapan pelatihan standar, termasuk kaos PSSI dan bola Adidas ukuran 4 dari federasi. Perlengkapan ini disiapkan untuk menunjang para pelatih dalam membina talenta muda di daerah masing-masing.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, semangat PSSI di tingkat kabupaten/kota, dan antusiasme insan sepak bola di Jawa Barat diharapkan menjadi titik awal kebangkitan mutu sepak bola nasional, dimulai dari sisi lapangan.
Informasi lengkap mengenai program pilot project PSSI di Jawa Barat ini disampaikan melalui pernyataan resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.
