Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Kenaikan signifikan ini terjadi setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) membatalkan sebagian besar tarif yang sebelumnya diberlakukan oleh Presiden Donald Trump, memicu ketidakpastian di pasar global dan menekan nilai tukar dollar AS.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 1,1 persen menjadi 5.161,64 dollar AS per ons pada pukul 04.19 GMT. Angka ini merupakan level tertinggi sejak 30 Januari 2026. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April melonjak 2 persen, mencapai 5.183 dollar AS per ons.
Dampak Putusan Tarif dan Respons Trump
Mahkamah Agung AS pada Jumat, 20 Februari 2026, membatalkan tarif besar-besaran yang ditempuh Presiden Trump menggunakan undang-undang yang diperuntukkan bagi kondisi darurat nasional. Putusan penting ini menjadi pukulan bagi presiden dari Partai Republik tersebut dan berpotensi berdampak besar terhadap ekonomi global.
Menanggapi putusan tersebut, Presiden Trump menyatakan akan menaikkan tarif sementara dari 10 persen menjadi 15 persen atas impor AS dari seluruh negara. Ketidakjelasan arah kebijakan tarif ini segera memicu pelemahan pada kontrak berjangka Wall Street dan dolar AS di perdagangan Asia pada Senin, kembali memicu sentimen “jual aset Amerika”.
Analis Kepala KCM, Tim Waterer, menyoroti dampak putusan ini. “Putusan pengadilan soal tarif, selain memicu kemarahan presiden AS, telah menambah lapisan ketidakpastian di pasar global dengan para pelaku pasar kembali beralih ke emas sebagai instrumen lindung nilai,” ujarnya.
Faktor Geopolitik dan Ekonomi Global
Waterer menambahkan, peluang harga emas menembus kembali level 5.400 dollar AS dalam waktu dekat akan bergantung pada lamanya ketidakpastian tarif serta kemungkinan keterlibatan militer AS terhadap Iran. Iran sendiri menyatakan siap memberikan konsesi atas program nuklirnya dalam perundingan dengan AS. Sebagai imbalannya, Teheran meminta pencabutan sanksi dan pengakuan atas haknya untuk memperkaya uranium guna menghindari potensi serangan dari AS.
Di sisi lain, data pada Jumat menunjukkan inflasi inti AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Desember, dengan indikasi percepatan lanjutan pada Januari. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, tidak akan memangkas suku bunga sebelum Juni.
Pergerakan Logam Mulia Lainnya
Selain emas, harga perak spot melonjak 3,1 persen menjadi 87,20 dollar AS per ons, mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua pekan. Harga platinum spot naik tipis 0,1 persen menjadi 2.158 dollar AS per ons, sedangkan paladium turun 0,1 persen menjadi 1.747,11 dollar AS per ons.
Proyeksi Harga Emas Sepanjang 2026
Sejumlah lembaga keuangan global memproyeksikan harga emas dunia tetap tinggi sepanjang 2026. Berikut adalah beberapa proyeksi:
- Macquarie Group: Memperkirakan harga rata-rata emas 4.323 dollar AS pada 2026.
- Wells Fargo Investment Institute: Mematok proyeksi tahunan 6.200 dollar AS, dengan perkiraan harga berada di kisaran 6.100–6.300 dollar AS pada akhir 2026.
- J.P. Morgan: Memperkirakan harga emas mencapai 6.300 dollar AS pada kuartal keempat 2026.
- UBS: Menaikkan target harga emas menjadi 6.200 dollar AS untuk Maret, Juni, dan September 2026.
- Morgan Stanley: Memperkirakan harga emas 4.600 dollar AS, dengan skenario optimistis mencapai 5.700 dollar AS pada semester kedua 2026.
- Goldman Sachs: Menargetkan harga 5.400 dollar AS pada Desember 2026.
- Citi Research: Menaikkan target harga jangka pendek 0–3 bulan menjadi 5.000 dollar AS.
- HSBC: Memproyeksikan harga emas rata-rata 4.587 dollar AS, dengan perkiraan berada di 4.450 dollar AS pada akhir 2026.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui laporan Reuters yang dirilis pada Senin, 23 Februari 2026.
